Belajar Analisa Trading Forex Menggunakan Analisa Intermarket

0
2969
Belajar Trading Forex

Belajar Forex : Anda akan mendapatkan gambaran yang jauh lebih jelas jika bisa memahami bagaimana pasar dalam berinteraksi satu sama lain. Akan sangat menarik mengamati hubungan antara komoditas, harga obligasi, saham dan mata uang.

Dalam kebanyakan siklus, ada urutan umum di mana empat pasar tersebut dapat bergerak. Dengan melihat semua pergerakan, kita akan lebih mampu menilai, ke arah mana pasar akan bergerak? Karena pada prinsipnya empat pasar tersebut saling bekerja sama dan beberapa melawan arah.

Dorong dan Tarik

Mari kita lihat bagaimana harga komoditas, obligasi, saham dan mata uang saling berinteraksi. Ketika harga komoditas naik, biaya barang akan terdorong naik sehingga meningkatkan pergerakan harga atau inflasi . Pada gilirannya suku bunga berpotensi juga akan meningkat.

Hubungan antara tingkat suku bunga dan harga obligasi adalah berbanding terbalik. Maka dari itu biasanya harga obligasi akan turun di saat suku bunga naik.

Secara umum, harga obligasi dan harga saham saling berkorelasi. Ketika harga obligasi mulai jatuh, maka harga saham akhirnya akan mengikutinya dikarenakan biaya pinjaman menjadi lebih mahal dan biaya melakukan bisnis naik akibat inflasi.

Sekali lagi, kita akan melihat momen antara harga obligasi jatuh yang mengakibatkan turunnya harga di pasar saham.

Pasar mata uang berdampak pada semua pasar, tapi yang utama lebih fokus pada harga komoditas. Harga-harga komoditas akan mempengaruhi harga obligasi dan kemudian harga saham.

Dolar AS dan harga komoditas secara umum berada dalam tren yang berlawanan ketika dolar menurun terhadap mata uang lainnya.

Aplikasi

Analisis intermarket bukanlah metode yang dapat memberikan sinyal beli atau sinyal jual. Namun, menyediakan informasi yang sangat baik untuk mengkonfirmasi tren dan akan memberikan informasi mengenai potensi pembalikan arah harga.

Jika harga komoditas meningkat, harga obligasi sudah mulai berbalik lebih rendah. Tinggal masalah waktu untuk menunggu harga saham jatuh.

Meskipun demikian, ini hanyalah semacam “warning” bahwa akan ada pembalikan tren yang mungkin akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan jika harga obligasi terus dan berubah ke level yang lebih rendah.

Analisis Intermarket Tidak Berhasil?

Selalu ada hubungan di antara pasar-pasar ini, namun ada saat-saat korelasi yang disebutkan di atas tidak akan memberikan gambaran yang baik.

Ketika runtuhnya pasar Asia pada tahun 1997, pasar AS melihat harga saham dan harga obligasi berpisah (saham jatuh ketika harga obligasi naik, dan saham naik karena obligasi jatuh). Ini melanggar hubungan korelasi positif dari harga obligasi dan saham. Jadi, mengapa ini terjadi?

Hubungan pasar yang khas akan terlihat ketika inflasi terlihat. Jadi, ketika kita pindah ke lingkungan deflasi, hubungan tersebut akan bergeser.

Deflasi umumnya akan mendorong pasar saham bergerak ke level rendah tanpa ada potensi pertumbuhan harga saham. Di sisi lain, harga obligasi akan bergerak lebih tinggi untuk mencerminkan penurunan suku bunga (ingat, suku bunga dan harga obligasi bergerak dalam arah yang berlawanan).

Penerapan analisis intermarket yang efektif bisa membantu Anda untuk memahami dinamika pergerseran ekonomi global (pelajari juga tentang cara menganalisa trading forex).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here