Belajar Penerapan Commodity Channel Index Pada Analisa Forex

Belajar Penerapan Commodity Channel Index Pada Analisa Forex

0 4259
Belajar Trading Forex

Belajar Forex : Commodity Channel Index (CCI) adalah indikator teknikal yang dikembangkan oleh Donald Lambert. Awalnya indikator ini memang dikembangkan untuk menganalisis pergerakan komoditi, namun ternyata berkembang menjadi salah satu indikator yang populer dan banyak digunakan para trader untuk menganalisis pergerakan indeks saham maupun mata uang.

Kali ini kita akan membahas penggunaan CCI sebagai alat bantu dalam melakukan analisis teknikal. Diharapkan, indikator ini akan meningkatkan kemampuan Anda dalam  trading.

Belajar Trading Forex

Gambar di atas memperlihatkan indikator CCI yang diplot pada grafik. CCI memiliki tiga komponen, yaitu:

  • Garis CCI
  • Area overbought (jenuh beli)
  • Area oversold (jenuh jual)

Sederhananya, ketika garis CCI mengarah ke atas, itu artinya pasar sedang dalam keadaan bullish (harga sedang naik). Sebaliknya, ketika garis CCI mengarah ke bawah artinya pasar sedang dalam keadaan bearish (harga sedang turun). Semakin curam kemiringan garis CCI menunjukkan bahwa tekanan bullish atau bearishnya semakin kuat.

Kemudian ada area overbought dan area oversold. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, overbought artinya adalah jenuh beli. Ketika CCI masuk ke area overbought maka diperkirakan harga sudah terlalu tinggi sehingga ada kemungkinan harga akan mengalami penurunan. Pada CCI, area overbought ini berada di atas level 100.

Sebaliknya, oversold artinya adalah jenuh jual. Jadi ketika CCI masuk ke area oversold maka diperkirakan harga pada saat itu sudah cukup rendah sehingga ada kemungkinan harga akan naik. Pada CCI, area oversold ini berada di bawah level -100.

Dalam contoh di atas, grafik AUD/USD terlihat bullish, namun CCI terlihat mulai bergerak turun di area overbought. Ini merupakan salah satu indikasi bahwa tekanan bullish mulai berkurang. Dengan demikian, ada kemungkinan harga akan mengalami koreksi turun.

CCI juga bisa Anda manfaatkan sebagai konfirmasi sinyal buy dan sell. Caranya cukup sederhana. Sinyal sell adalah ketika garis CCI turun dari area overbought dan turun ke bawah level 100. Sebaliknya, sinyal buy adalah ketika garis CCI naik dari area oversold dan naik ke atas level -100.

Namun perlu diingat bahwa sinyal yang valid adalah sinyal yang searah dengan tren. Ini berarti sinyal sell biasanya valid jika muncul pada saat downtrend dan sinyal buy biasanya valid jika muncul pada saat uptrend. Memang kadang kala sinyal yang berlawanan dengan arah tren juga bisa dimanfaatkan, akan tetapi hasilnya biasanya tidak semaksimal sinyal yang searah dengan tren.

Belajar Trading Forex

Belajar Trading Forex

Jadi, tetap saja Anda harus mencermati dulu tren yang tengah berlangsung di pasar. Yang pertama kali harus Anda amati adalah price action-nya dulu (yang terlihat dari grafik), baru kemudian indikatornya. Ingatlah selalu bahwa indikator hanya bersifat membantu Anda untuk menemukan momen yang tepat.

Menemukan divergence

Selain memberikan informasi oversold dan overbought, CCI juga bisa Anda pergunakan untuk menemukan divergence. Divergence biasanya diikuti oleh koreksi harga.

Ada dua jenis divergence, yaitu bearish divergence dan bullish divergence.

Bearish divergence terjadi pada saat uptrend. Ketika bearish divergence ini terkonfirmasi maka cenderung akan terjadi koreksi turun.

Belajar Trading Forex

Konfirmasi bearish divergence yang paling mudah adalah ketika garis CCI turun melewati garis level 0.00. Pola atau formasi candlestick juga bisa dipergunakan sebagai konfirmasi (akan dipelajari pada level yang lebih lanjut). Namun perlu diingat bahwa bearish divergence biasanya cenderung hanya akan diikuti oleh koreksi turun saja, sehingga target pergerakannya pun tidak akan jauh. Dalam hal ini, trend line atau support terdekat bisa Anda pergunakan sebagai target pergerakan terjauhnya.

Belajar Trading Forex

Konfirmasi bullish divergence adalah ketika garis CCI naik dan melewati garis level 0.00. Seperti halnya bearish divergence, bullish divergence pun biasanya hanya diikuti oleh koreksi naik (meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada pergerakan yang lebih panjang). Oleh sebab itu, bijaksanalah dalam memanfaatkan divergence sebagai sinyal entry.

 

NO COMMENTS

Leave a Reply