Forex Dasar
Didalam kategori ini, Anda akan mendapatkan artikel-artikel yang berkaitan dengan dasar-dasar melakukan analisa teknikal forex.

0 40233
Cara Menghitung Swap

Belajar Forex : Di dunia Forex, kita bebas menentukan kapan kita mengambil atau menutup/likuidasi open posisi. Ada kalanya kita tidak ingin menutup open posisi walaupun hari perdagangan segera tutup (overnight). Apabila hal ini terjadi, biasanya pihak broker akan menarik biaya menginap atau yang biasa disebut dengan Interest Rate (Swap).

Interest Rate atau Swap adalah biaya yang dikenakan atau diberikan jika memiliki posisi terbuka melebihi dari satu hari perdagangan dan hanya dikenakan  pada produk kontrak gulir saja. Dalam platform trading metatrader, swap sudah dihitung secara otomatis. Tetapi dari manakah sebenarnya angka itu didapatkan? Mari kita belajar cara menghitungnya.

Rumus perhitungan swap adalah sebagai berikut :

rumus+swap

                                                                          Di mana: i = konstanta rate, dan H = bobot hari

Konstanta rate (i) atau bisa disebut interest rate biasanya di update pada hari Senin, besarannya bisa anda cek di platform trading dengan cara klik kanan dikotak market watch, klik symbol, pilih symbol yang ingin di cek interest ratenya, klik properties dan akan muncul kotak spesifikasi symbol tersebut, cek pada swap long untuk buy dan swap short untuk posisi sell.

swap+di+metatrader

Bobot hari (H) adalah nilai masing-masing hari dalam satu minggu, namun perlu kita perhatikan, khusus untuk hari Rabu ke hari Kamis dianggap overnight 3 hari, sedangkan untuk hari Jumat ke hari Senin hanya dianggap 1 hari saja.

Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut ini:

rumus+bobot+hari

Contoh:

  1. Kita melakukan transaksi BUY pada hari Senin pukul 18.00 WIB, dan posisi itu kita close pada hari Selasa esoknya pada pukul 02.00 WIB (dini hari), maka transaksi kita BELUM mengalami overnight.
  2. Kita melakukan transaksi BUY pada hari Selasa pukul 02.00 WIB (dini hari), dan kita close hari itu juga tapi pada pukul 06.00 WIB, maka transaksi kita SUDAH mengalami overnight satu hari.
  3. Kita melakukan transaksi BUY pada hari Rabu pukul 23.00 WIB, dan baru kita close hari Kamis esoknya pada pukul 06.00 WIB, maka transaksi kita SUDAH mengalami overnight TIGA hari.
  4. Kita melakukan transaksi BUY pada hari Kamis pukul 02.00 WIB (dini hari), dan kita close hari itu juga pada pukul 06.00 WIB, maka transaksi kita SUDAH mengalami overnight TIGA hari.

0 5292
Belajar Forex untuk pemula

Cara Belajar Forex – Telah disebutkan sebelumnya bahwa mata uang ditransaksikan dalam currency pair. Sebelum melangkah lebih jauh, kita akan mempelajari   mengenai currency pair itu sendiri.

Dilihat dari jenisnya, currency pairs dibagi menjadi dua:

1. Major Currency Pairs, atau Majors

Yaitu currency pair yang melibatkan mata uang major dan ditransaksikan terhadap USD. Yang termasuk major currency pair adalah EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD, NZD/USD, USD/JPY, USD/CHF dan USD/CAD.

2. Cross Currency Pairs, atau Cross Rates

Yaitu currency pair yang tidak melibatkan USD. Misalnya EUR/GBP, EUR/CHF, GBP/JPY dan lain-lain.

Mata uang yang disebutkan pertama kita sebut sebagai base currency, sedangkan mata uang yang ke dua kita sebut sebagai counter currency. Ketika Anda melakukan transaksi BELI (BUY), maka sebenarnya Anda MEMBELI base currency dan pada saat yang sama MENJUAL counter currency. Sebaliknya, ketika Anda melakukan transaksi JUAL (SELL), maka yang Anda lakukan adalah MENJUAL base currency dan pada saat yang sama MEMBELI counter currency. Inilah salah satu sebab mengapa Anda bisa melakukan SHORT (SELL/JUAL) terlebih dahulu ketika harga turun. Misalnya, ketika Anda melakukan SELL EUR/USD, maka semakin harga EUR/USD turun, semakin besar keuntungan yang Anda peroleh.

OK, Anda sudah tahu bahwa ada yang namanya majors dan cross rates. Nah, sekarang Anda akan mempelajari cara membaca harga yang berasal dari kurs dari pasangan-pasangan mata uang tersebut di atas.

Bid/Ask

Dalam perdagangan forex, currency pair diperdagangkan dalam basis harga BID dan ASK. Harga BID meruakan patokan bagi Anda jika Anda ingin melakukan transaksi SELL, sedangkan harga ASK sebaliknya, merupakan patokan bagi Anda untuk melakukan transaksi BUY.

Penulisan Bid dan Ask biasanya seperti ini:

Belajar Forex untuk pemula

Dari contoh di atas, harga BID-nya adalah 1.30000, sementara harga ASK-nya adalah 1.30020. Jadi kalau Anda mau melakukan transaksi BUY, maka transaksi Anda itu akan dilakukan di harga 1.30020. Sebaliknya, kalau Anda mau melakukan transaksi SELL, maka transaksi Anda itu akan dilakukan di harga 1.30000. Gampang kan?

Anda juga bisa melihat bahwa harga ASK selalu lebih tinggi daripada BID. Perbedaan antara ASK dengan BID itu kita sebut sebagai spread.

BID juga sering disebut sebagai KURS BELI. Artinya harga inilah yang dipergunakan pedagang jika mereka mau MEMBELI dari Anda. Sebaliknya, ASK memiliki nama lain sebagai KURS JUAL, yang artinya pada pedagang selalu menggunakan harga ini ketika mereka akan MENJUAL kepada Anda.

Dengan demikian, berdasarkan contoh di atas, jika Anda akan membeli EUR dari pedagang maka harganya adalah sebesar 1.30020 per USD. Sebaliknya jika Anda mau menjual EUR ke pedagang maka harganya adalah sebesar 1.30000 per USD.

0 7688
Belajar Forex untuk pemula

Apakah “Forex” Itu?

Ketika Anda memutuskan untuk belajar trading forex, tentu terlebih dahulu Anda telah pernah mendengar mengenai “Forex”. Sebagai pendahuluan, kita akan membahas mengenai forex itu sendiri.

Apakah sebenarnya “forex” itu? Forex merupakan suatu akronim (singkatan) dari “Foreign Exchange”. Jika kita terjemahkan secara bebas, foreign exchange itu adalah pertukaran mata uang asing. Istilah yang lebih sering kita dengar adalah valuta asing (valas).

Jika kita bicara forex (valas), maka kita berbicara mengenai nilai suatu mata uang terhadap mata uang lain. Dengan kata lain, mata uang tersebut dibandingkan nilianya terhadap mata uang yang lain. Perbedaan nilai kedua mata uang tersebutlah yang kemudian kita sebut dengan “valuta” atau “kurs”. Kita ambil contoh yang paling dekat dengan kehidupan kita sehari-hari yaitu dollar Amerika (USD) dengan mata uang negara kita: rupiah (IDR). Perbandingan nilai USD dengan IDR itulah yang kemudian kita kenal dengan “kurs dollar terhadap rupiah”. Jika kita lihat di bank-bank atau money changer, atau jika kita juga mencermati perkembangan valas di televisi atau koran, kurs dollar terhadap rupiah ini sering dituliskan dengan kurs USD/IDR.

Dalam sepuluh tahun terakhir, perkembangan perdagangan forex (forex trading) di Indonesia sangat pesat. Hampir seluruh lapisan masyarakat telah mengenal forex atau bahkan terlibat langsung dalam perdagangan forex. Hal ini cukup wajar mengingat peluang yang bisa diraih dalam perdagangan forex sangatlah besar. Besarnya peluang tersebut antara lain karena memang pasar uang merupakan pasar finansial yang terbesar di dunia, mengingat semua kegiatan ekonomi di dunia ini pasti bermuara ke mata uang. Volume hariannya mencapai USD 4 trilyun per hari! Bahkan bisa dikatakan bahwa pasar uang akan tetap berjalan selama manusia masih melakukan kegiatan ekonomi. Faktanya, jika kita bertransaksi forex secara online, kita bisa melakukan transaksi kapan pun yang kita mau selama 24 jam dalam sehari dan lima hari dalam seminggu (Senin hingga Jumat).

Berikut ini adalah grafik perbandingan antara rata-rata volume harian di pasar uang dengan rata-rata volume transaksi yang terjadi di bursa saham New York (New York Stock Exchange). Jika Anda cermati grafik di bawah, maka Anda bisa melihat bahwa volume transaksi harian rata-rata di pasar uang jauh lebih besar daripada yang berlangsung di NYSE. 

Belajar Forex untuk pemula

Mungkin Anda pernah menukar rupiah Anda (IDR) ke dollar Amerika (USD). Pada kesempatan lain, mungkin Anda pernah menukar USD dengan EUR (euro). Nah, pada saat itu sebenarnya Anda sedang terlibat di pasar uang. Tindakan “menukar” IDR ke USD merupakan transaksi forex! Ketika anda “menukar” IDR Anda ke USD, pada dasarnya Anda sedang menjual IDR Anda dan pada saat yang sama: membeli USD.

Anda bisa melakukan transaksi semacam ini melalui bank atau money changer. Anda tinggal datang ke bank atau money changer lalu melakukan transaksi valas tersebut. Atau Anda tinggal menelepon treasury officer di bank kepercayaan Anda untuk melaksanakan transaksi tersebut. Kita sebut saja cara transaksi seperti ini sebagai cara transaksi yang konvensional.

Seiring perkembangan teknologi, kita sekarang bisa melakukan transaksi serupa secara online. Kita tidak perlu ke mana-mana lagi untuk melakukan transaksi forex. Banyak sekali broker forex yang memfasilitasi trading forex online. Cukup dari rumah saja, yang penting ada komputer dan sambungan ke internet. Ditemani secangkir kopi atau teh hangat, Anda bisa trading dari kursi atau sofa Anda yang empuk.

Namun ada sedikit perbedaan antara trading forex melalui broker online dengan transaksi valas yang mungkin biasa dilakukan sebagian besar masyarakat kita di bank atau money changer. Hampir semua broker forex online memfasilitasi transaksi forex dengan sistem kontrak dan marjin (margin). Berikut ini adalah beberapa poin terkait trading online (dengan sistem margin).

1. Objek perdagangan

Dalam hal ini, objek perdagangannya masih sama. Apa itu? Tentu saja uang. Namun yang membedakan dengan transaksi valas biasa adalah Anda tidak mentransaksikan mata uangnya secara fisik. Yang Anda transaksikan adalah kontrak berdasarkan nilai dari mata uang tersebut. Mungkin agak sedikit membingungkan. Tidak perlu bingung, nanti akan ada penjelasan lebih jauh mengenai hal ini. Tapi secara sederhana, anggap saja melakukan transaksi mata uang tertentu seolah-olah membeli “saham” negara tertentu. Pergerakan nilai mata uang negara tersebut merupakan gambaran tidak langsung dari sentimen pasar terhadap perekonomian negara tersebut.

Ada beberapa mata uang yang disebut “major currency”. Mereka adalah mata uang dari negara-negara maju dan ditransaksikan secara luas di pasar uang dunia. Berikut adalah tabel daftar mata uang yang termasuk dalam major currency.

Simbol

Negara

Mata Uang

Nickname

USD

Amerika Serikat

Dollar

Greenback

EUR

Anggota zona Eropa

Euro

Fiber

JPY

Jepang

Yen

Yen

GBP

Inggris

Poundsterling

Cable

CHF

Swiss

Franc

Swissy

CAD

Kanada

Dollar

Loonie

AUD

Australia

Dollar

Aussie

NZD

New Zealand

Dollar

Kiwi

Secara internasional, simbol mata uang terdiri atas tiga huruf. Dua huruf pertama merupakan identitas dari negara asal mata uang tersebut, biasanya merupakan inisial negara tersebut. Huruf yang ketiga merupakan inisial dari nama mata uangnya.

Sebagai contoh: USD. Dua huruf pertama (US) merupakan inisial dari nama negara: United States, yang juga dikenal dengan nama Amerika Serikat dalam bahasa Indonesia. Yang unik adalah CHF, simbol mata uang Swiss franc. CH merupakan inisial dari Confoederatio Helvetica yang merupakan nama latin dari Konfederasi Swiss, sedangkan huruf F-nya adalah inisial mata uangnya: franc.

2. Leverage & Contract Size

Para broker forex online menerapkan leverage dalam melaksanakan trading forex. Dengan adanya leverage ini, dana yang relatif kecil bisa melakukan transaksi dengan nilai kontrak yang jauh lebih besar. Ini karena jasa leverage, yang kalau kita artikan adalah “daya ungkit”. Mungkin akan lebih mudah kalau kita analogikan dengan dongkrak mobil. Dengan dongkrak, Anda hanya membutuhkan sedikit tenaga untuk bisa mengangkat bodi mobil kita yang beratnya mungkin ratusan kilogram. Nah, “cara kerja” leverage ini kira-kira ya seperti dongkrak mobil itu tadi.

Belajar Forex untuk pemula

Contoh penerapannya seperti ini:

Pada broker yang menerapkan leverage 1:100, maka Anda cukup membutuhkan dana sebesar $1000 saja untuk melakukan transaksi senilai $100,000. Uang sejumlah $1000 itu disebut sebagai margin, sedangkan nilai transaksi sebesar $100,000 itu disebut Contract Size. Artinya, modal yang Anda butuhkan hanya 1% saja.

Sedangkan kalau Anda melakukan transaksi valas konvensional, untuk bertransaksi sebesar $100,000 maka Anda harus menyediakan modal senilai dengan $100,000. Dengan kata lain, modal yang Anda butuhkan sebesar 100%.

3. Arah transaksi

Disebut juga dengan “two ways opportunity”. Artinya, Anda tetap bisa mencari peluang keuntungan pada saat market sedang naik atau turun.

Ada dua jenis transaksi: beli (buy) dan jual (sell). Transaksi BUY juga sering disebut dengan LONG, sedangkan SELL juga disebut SHORT. Jika harga sedang dalam kedaan naik, maka transaksi BUY(LONG) bisa Anda lakukan untuk mencari keuntungan. Sebaliknya jika harga sedang turun, jangan khawatir karena dengan melakukan transaksi SELL (SHORT) Anda juga bisa meraih keuntungan. Mengapa bisa demikian, akan kita bahas nanti.

Belajar Forex untuk pemula

Nah, kalau Anda transaksi valas biasa, yang bisa Anda lakukan cuma satu arah transaksi saja, yaitu BUY (beli). Kalau harganya turun, Anda tidak bisa melakukan apa pun untuk mendulang untung.

4. Waktu perdagangan

Telah disinggung bahwa waktu bahwa perdagangan forex berlangsung 24 x 5, yaitu 24 jam sehari dan 5 hari seminggu. Ini karena pasar finansial dunia berjalan silih berganti dalam sehari. Berikut ini adalah tabel waktu perdagangan dunia:

Time zone

GMT

WIB *

New Zealand buka

23:30

04:30

Tokyo buka

00:00

07:00

New Zealand tutup (Tokyo masih buka)

07:00

14:00

London buka

08:00

15:00

Tokyo tutup (London masih buka)

09:00

16:00

New York buka

13:00

19:00

London tutup (New York masih buka)

17:00

24:00

New York tutup

22:30

03:30

* pada musim dingin, untuk WIB adalah GMT+8

Sedangkan jika Anda melakukan transaksi valas biasa, Anda harus menunggu money changer atau bank-nya buka. Sebagai catatan, bank di Indonesia rata-rata sudah tidak melayani transaksi di atas pukul 15.00 WIB.

5. Cara bertransaksi

Teknologi semakin canggih. Zaman sekarang semua serba online. Mau bayar tagihan listrik, mengirim uang ke teman atau keluarga, atau belanja sekalipun, Anda tak perlu keluar rumah lagi. Yang perlu Anda lakukan tinggal menyalakan komputer, tersambung ke internet, lalu voila! Transaksi pun terjadi.

Forex trading pun demikian. Untuk melakukan transaksi valas, yang Anda perlukan hanyalah komputer yang tersambung dengan internet. Bahkan ada beberapa broker yang menyediakan fasilitas mobile trading bagi nasabahnya. Dengan fasilitas itu, Anda bisa melakukan transaksi lewat PDA atau smart phone yang Anda punya.

6. Platform Trading

Yang dimaksud dengan platform trading adalah program komputer yang akan Anda pergunakan untuk melakukan transaksi secara online. Platform yang paling terkenal adalah MetaTrader yang dikembangkan oleh Metaquotes. Biasanya perusahaan-perusahaan broker yang terkemuka menggunakan platform ini. Salah satu keunggulan platform ini adalah tidak membutuhkan spesifikasi komputer yang terlalu tinggi dan bisa tidak membutuhkan bandwidth internet yang terlalu besar.

Di bawah ini adalah tampilan dari platform trading MetaTrader.

Belajar Forex untuk pemula

 

 

0 4492
Belajar+Forex

Belajar Forex : Channel merupakan salah satu tool analisis teknikal yang merupakan pengembangan dari trendline. Cara menggambarnya cukup sederhana, kita tinggal menduplikasi trendline yang telah kita buat. Langkahnya, pertama kali kita gambar terlebih dahulu trendline sesuai dengan arah trennya. Pada gambar di bawah ini, contohnya kita menarik trendline pada saat uptrend.

Belajar+Forex

Lalu, kita tarik garis yang sejajar dengan trendline tersebut. Garis ke dua ini kemudian kita proyeksikan sehingga menghubungkan titik-titik puncaknya. Sama halnya dengan trendline, garis ini minimal harus menghubungkan dua puncak. Jadilah sebuah UP CHANNEL atau juga sering disebut sebagai ASCENDING CHANNEL. Sederhana kan?

Belajar+Forex

Sedangkan untuk menggambar sebuah DOWN CHANNEL; atau sering disebut sebagai DESCENDING CHANNEL; sama sederhananya dengan menggambar bullish channel. Pertama, gambar dulu trendline yang menghubungkan minimal dua puncak. Lalu buat garis yang sejajar dengan trendline tersebut menghubungkan minimal dua lembah. Di bawah ini adalah contoh down channel.

Belajar+Forex

Meskipun sederhana, channel ini sangat berguna. Channel ini nantinya bisa kita manfaatkan untuk memperkirakan area buy atau sell. Kedua garis channel berfungsi sebagai support dan resistance. Garis yang berada di atas berfungsi sebagai resistance, sedangkan garis yang di bawah berfungsi sebagai support. Untuk lebih mudah dalam penyebutannya, kita sebut saja kedua garis tersebut sebagai garis support dan garis resistance.

Ketika harga berada di area garis support, maka kita bisa mencoba untuk mencari konfirmasi berupa sinyal bullish untuk melakukan buy, dengan target di garis resistance. Waspadalah jika harga tembus ke bawah garis support. Jika hal itu terjadi, ada baiknya untuk mempertimbangkan untuk melepas transaksi tersebut. Tentu saja ini nanti juga harus melihat perkembangan situasi pasar. Mengenai hal ini akan kita bahas nanti, di topik yang lebih lanjut.

Begitu pula ketika harga berada di area garis resistance. Pada saat itu kita bisa mencoba untuk mencari konfirmasi sinyal bearish untuk melakukan sell dengan target di garis support. Tentu saja kita harus waspada jika garis resistance tembus setelah kita melakukan sell.

Sideways Channel

Ada kalanya harga bergerak sideways, sehingga kita tidak bisa menggambar up channel atau down channel dengan baik. Dalam keadaan seperti ini, kita bisa menggambar channel yang mendatar. Kita sebut channel seperti ini sebagai sideways channel atau ranging channel.

Belajar+Forex

Di bawah ini adalah contoh grafik yang menyajikan ketiga jenis channel yang telah kita bahas, yaitu up channeldown channel dan sideways channel.

Belajar+Forex

Untuk lebih memudahkan Anda, simak video mengenai Belajar Cara Membuat Channel Untuk Trading Forex berikut ini :

0 4016
Belajar+Forex

Trendline merupakan tool yang sangat lazim digunakan dalam analisis teknikal. Bahkan perannya sangat penting, karena strategi trading yang paling baik itu adalah trading yang mengikuti tren pergerakan harga. Jika kita bisa menggambar trendline dengan tepat, maka garis tersebut bisa sama akuratnya dengan metode trading yang lain. Maka persiapkan diri Anda untuk lebih mengenali garis sederhana yang disebut trendline ini, yang sayangnya banyak sekali diabaikan oleh para trader. Banyak sekali trader yang masih salah dalam menggambar trendline, padahal garis yang sederhana ini adalah inti analisis teknikal bersama support dan resistance.

OK, sebelum melangkah lebih jauh, kita akan bahas jenis-jenis tren dulu. Pada dasarnya hanya ada tiga tren : naik (uptrend), turun (downtrend) dan datar (sideways). Kita akan bahas satu per satu.

1.       Tren naik (uptrend)

Sederhana saja: tren naik (uptrend) adalah keadaan ketika harga sedang bergerak naik. Tapi tetap ada prasyarat untuk menentukan bahwa pasar berada dalam uptrend. Coba perhatikan gambar berikut.

Belajar+Forex

Keterangan gambar: P = Puncak (Peak), L = Lembah (Trough)

Prasyarat uptrend adalah adanya sederetan PEAK (puncak) yang semakin tinggi dan TROUGH (lembah) yang juga semakin tinggi. Karena ada kata “sederetan”, maka mestinya ada lebih dari satu. Artinya, minimal harus ada dua puncak DAN dua lembah yang SEMAKIN TINGGI.

Contoh uptrend dalam grafik candlestick :

Belajar+Forex

2.       Tren turun (downtrend)

Tidak perlu rumit-rumit: tren turun (downtrend) adalah keadaan ketika harga sedang bergerak turun. Tapi sebagaimana uptrend, ada prasyaratnya juga.

Belajar+Forex

Keterangan gambar: P = Puncak (Peak), L = Lembah (Trough)

Prasyarat downtrend adalah adanya sederetan PEAK (puncak) yang semakin lembah dan TROUGH (lembah) yang juga semakin rendah. Karena ada kata “sederetan”, maka harus ada lebih dari satu. Artinya, minimal harus ada dua puncak DAN dua lembah yang SEMAKIN RENDAH.

Contoh downtrend pada grafik candlestick :

Belajar+Forex

3.       Datar (sideways)

Nah, ini juga sederhana. Sideway itu artinya pergerakannya bukan uptrend dan bukan downtrend. Artinya apa? Ya datar-datar saja. Tetap ada naik dan turun tapi hanya terbatas di range tertentu. Dengan kata lain, harus ada pada uptrend maupun downtrend tidak bisa kita temukan.

Belajar+Forex

Keterangan gambar: P = Puncak (Peak), L = Lembah (Trough)

Contoh sideway pada grafik candlestick:

Belajar+Forex

0 4099
belajar+trading+forex

Belajar Forex : Sekarang kita akan melangkah lebih dalam lagi ke hutan yang akan kita jelajahi. Kita akan mencoba untuk memahami dan mengenali apa itu “support” dan “resistance”.

Mungkin Anda masih ingat konsep supply and demand (penawaran dan permintaan)? Ketika permintaan (demand) naik dan penawaran (supply) turun, maka harga akan naik. Sebaliknya jika penawaran (supply) naik dan permintaan (demand) turun, harga akan turun. Begitulah kata guru ekonomi semasa SMP dulu.

Nah, pada kenyataannya, harga mata uang di pasar selalu bergerak naik dan turun. Hal ini juga dipengaruhi oleh supply dan demand atas mata uang tersebut. Kemudian, ada suatu waktu di pasar di mana harga berhenti bergerak naik atau berhenti bergerak turun. Ini tentu karena demand atau supply-nya sudah tidak cukup besar untuk menyebabkan harga naik atau turun.

Dalam analisis teknikal, kita bisa mengantisipasi kapan kira-kira supply atau demand semakin besar. Caranya adalah dengan mengenali level support dan resistance itu tadi.

Support merupakan suatu area level harga di mana pada level tersebut DEMAND cukup besar untuk menahan turunnya harga. Pada level ini, harga cenderung berhenti bergerak turun dan kemungkinan besar akan naik lagi. Bahasa praktisnya, support adalah level yang diperkirakan akan menahan pergerakan bearish.

Sedangkan resistance merupakan suatu area level harga di mana pada level tersebut SUPPLY cukup besar untuk menghentikan naiknya harga. Pada level ini, harga cenderung berhenti bergerak naik dan kemungkinan besar akan turun lagi. Bahasa praktisnya, resistance adalah level yang diperkirakan akan menahan pergerakan bullish.

Sekarang mari kita lihat gambar berikut ini:

belajar+trading+forex

Contoh di atas memperlihatkan garis zig-zag membentuk grafik yang bergerak ke atas. Ketika harga bergerak naik dan kemudian turun lagi, maka titik tertinggi yang dicapai sebelum turun lagi itulah yang disebut dengan resistance.

Ketika harga bergerak naik lagi, maka titik terendah yang dicapai sebelum harga bergerak naik lagi itu kita sebut sebagai support. Seperti itulah kita menentukan level support dan resistance seiring dengan pergerakan harga yang naik turun sepanjang waktu.

Perlu diketahui juga bahwa level support dan resistance tidak harus merupakan level yang pasti. Artinya, wajar jika beberapa trader berselisih beberapa angka ketika menentukan support dan resistance. Yang penting, support dan resistance tersebut berada di kisaran angka yang tidak terlalu jauh jaraknya.

Resistance menjadi support, support menjadi resistance

Jangan bingung. Memang demikian adanya. Begini ceritanya….

Meskipun di awal pembahasan support dan resistance ini dikatakan bahwa level-level tersebut mampu “menahan” laju pergerakan harga, namun tidak berarti bahwa level-level tersebut akan abadi selamanya. Suatu support tak akan lagi mampu menahan pergerakan turun jika ternyata pada saat itu demand sudah tak lagi cukup besar. Kebalikannya, hal yang sama juga akan terjadi pada resistance, di mana supply tak lagi cukup besar untuk menahan pergerakan naik.

Bayangkan Anda berdiri di salam suatu ruangan. Ada lantai dan langit-langit. Langit-langit ruangan kita analogikan sebagai resistance, sedangkan lantai kita analogikan sebagai support. Di tangan Anda ada sebuah bola golf. Anda melemparkan bola golf itu ke atas hingga menyentuh langit-langit. Jika lemparan Anda tidak cukup kuat, maka bola golf itu akan memantul lagi ke bawah. Tapi jika lemparan Anda cukup kuat, maka langit-langit tersebut akan jebol. Begitulah kira-kira.

0 5526
belajar+trading+forex

Dalam dunia forex trading, ketika orang membicarakan analisis teknikal maka yang pertama kali muncul dalam pikiran adalah grafik (chart). Para technician biasanya memang menggunakan grafik karena memang merupakan cara yang paling mudah untuk memvisualkan data pergerakan harga dari masa ke masa. Kita bisa mencermati grafik untuk membantu kita dalam menentukan tren dan menemukan pola-pola yang berpotensi mengantarkan kita dalam meraih peluang yang luar biasa.

Ada tiga jenis chart dalam teknikal analisis, yang akan kita urai satu per satu.

1.       Line chart

Line chart adalah grafik yang paling sederhana yang digambarkan sebagai garis yang menghubungkan harga-harga penutupan. Misalnya: dalam beberapa hari berturut-turut perdagangan ditutup pada harga 100, 200, 150, 250… maka level-level harga tersebut dihubungkan dengan garis lurus. Dengan grafik ini kita bisa melihat pergerakan harga secara umum dalam satu periode waktu tertentu.

Contohnya adalah seperti ini :

Belajar+Trading+Forex

2.       Bar chart

Bar chart sedikit lebih rumit daripada line chart. Chart jenis ini memberikan informasi mengenai harga pembukaan, penutupan, harga tertinggi dan terendah dalam satu periode waktu tertentu. Karena memiliki informasi tersebut, chart ini juga disebut dengan OHLC chart (Open-High-Low-Close). Berikut ini adalah bentuk dasar dari bar chart:

belajar+trading+forex

Ujung bawah dari chart ini adalah harga terendah yang pernah diperdagangkan dalam periode waktu tertentu, sedangkan ujung atasnya adalah harga tertingginya. Garis vertikalnya mewakili range (rentang) harga dalam periode waktu tersebut. Garis horizontal kecil yang berada di sebelah kiri adalah harga pembukaan sedangkan yang berada di sebelah kanan merupakan harga penutupannya. Pada contoh di atas, hara pembukaan berada lebih rendah daripada harga penutupan. Namun harga pembukaan bisa saja berada lebih tinggi daripada harga penutupan.

Contoh bar chart di grafik adalah sebagai berikut:

belajar+trading+forex

Secara sederhana bisa kita katakan bahwa satu bar merupakan satu periode waktu, entah itu satu bulan, satu minggu, satu hari, satu jam, atau bahkan satu menit. Tergantung pada kerangka waktu berapa lama kita plot chart tersebut.

3.       Candlestick chart

Dinamakan “candlestick” karena memang bentuknya mirip dengan lilin. Nama lengkapnya adalah “Japanese canclestick chart”, karena konon ia berasal dari negeri Sakura. Chart jenis ini menyediakan informasi yang sama persis dengan bar chart, hanya saja “postur” tubuhnya lebih “seksi”.

belajar+trading+forex

Bentuk dasar dan cara membacanya adalah seperti berikut:

belajar+trading+forex

0 4763
dasar+analisa+teknikal

Belajar Forex : Ada tiga hal yang mendasari analisis teknikal. Tiga dasar tersebut adalah :

1. Market action discounts everything

Salah satu keuntungan dalam menggunakan analisis teknikal adalah bahwa pergerakan harga (price action) cenderung mencerminkan informasi yang beredar di pasar. Apakah itu rumor atau sentimen. Dengan demikian, maka hal yang kita butuhkan untuk mengambil keputusan adalah pergerakan harga itu sendiri. Jadi kita tidak perlu dipusingkan oleh berita atau rumor, misalnya, mengenai si Anu mau melakukan ini atau itu. Cukup perhatikan price action-nya. Tenang… tenang… nanti akan kita pelajari.

2. Prices move in trend

Harga bergerak dalam tren, begitu katanya. Jadi, bukan cuma fesyen saja yang ada tren-nya. Pergerakan harga juga punya, lho! Maksudnya adalah bahwa pergerakan harga cenderung bergerak dalam arah (trend) tertentu sampai suatu saat tren tersebut akan berakhir. Arahnya bisa naik, turun, atau datar-datar saja. Dengan mengetahui tren pasar, maka kita akan bisa mengambil keputusan yang tepat.

3. History repeats itself

Sejarah selalu berulang. Para technician (sebutan untuk trader ber”haluan” analisis teknikal) menemukan bahwa pergerakan harga cenderung membentuk pola-pola tertentu. Pola-pola ini pun memiliki kecenderungan berulang dari masa ke masa. Dengan demikian, berulangnya pola-pola tersebut bisa dimanfaatkan untuk memperkirakan ke mana arah pergerakan harga selanjutnya berdasarkan “sejarah” yang tercatat ketika pola-pola yang sama muncul di masa lalu.

Analisis teknikal bisa jadi sangat subyektif. Dua orang analis yang mencermati chart yang sama bisa saja memiliki pandangan yang berbeda. Ini bisa terjadi karena keduanya memiliki style yang berbeda. Subyektivitas ini sedikit-banyak bisa diantisipasi dengan dasar analisis teknikal yang mantap. Hal yang penting saat ini adalah Anda memahami prinsip dasar analisis teknikal dulu, sehingga nanti akan lebih mudah memahami analisis teknikal yang lebih kompleks seperti analisis teknikal berdasarkan teori Fibonacci atau John Bollinger. Jangan khawatir, setelah Anda lulus dari pelatihan ini, mudah-mudahan Anda akan menjadi lebih pintar… seperti kami…. Hehehe…