Tags Posts tagged with "belajar forex"

belajar forex

0 2260
tutorial forex, belajar trading forex, cara belajar forex

Sakit Mana Antara Sakit Gigi dengan Rugi dalam Trading Forex?

Sakit gigi adalah bencana. Itu kata orang sih, sebab saya belum pernah ngerasain sakit gigi.. hehehe..

Mau melakukan apapun jadi terganggu. Menjadi cepat marah jika diganggu orang lain. Kepala juga ikut nyut-nyutan dan sebagainya.

Bagaimana dengan merugi dalam trading forex ? Sama sakitnya sih.. Cuma beda tempatnya aja. Kalo sakit gigi sakitnya di gigi sedangkan kalo rugi di trading forex sakitnya di sini  nih (sambil nunjuk ke hati… hahaha..). Ya memang benar sih. Sakit gigi fisiknya yang sakit sedangkan rugi dalam trading forex psikisnya yang sakit. Jadi sakit mana nih?

Namanya juga sakit, ya kita harus menjalani pengobatan, kalo sakit gigi harus ke dokter gigi. Bagaimana dengan sakit karena rugi dalam forex? Ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

  1. Evaluasi sistem trading anda.
    Anda harus evaluasi apa yang menyebabkan Anda merugi. Apakah cara melakukan analisa harga yang kurang benar yang berimbas ke floating loss hingga terkena stop loss atau autocut ataukah karena emosi yang berlebihan?
    Jika jawabnya cara analisa, ini berarti Anda harus mengupgrade cara melakukan analisis harga. Bisa dikarenakan Indikator yang tidak sesuai dengan gaya trading Anda, terlalu banyak menggunakan indikator yang malah menyebabkan Anda bingung untuk mengambil keputusan atau mungkin pemilihan skala waktu yang tidak tepat dengan gaya trading Anda.
    Gaya trading? Ya gaya trading masing-masing trader berbeda yang menyebabkan indikator yang bagus untuk trader lain belum tentu bagus buat Anda. Jadi kenalilah gaya trading Anda dan pilihlah indikator yang sesuai.
    Emosi juga penting diperhatikan. Untuk menjadi trader yang sukses, Anda harus mampu mengendalikan emosi, harus mempunyai kesabaran untuk menemukan moment yang tepat untuk entri ke pasar dan keluar dari pasar.
  2. Susun trading plan dan managemen modal Anda.
    Ya.. ini juga penting. Anda harus menyusunnya sesuai dengan modal yang Anda punya, jangan sampai Anda overtrade. Tentukan juga berapa keuntungan yang akan Anda ambil dalam sekali entri dan berapa kerugian yang akan dipertaruhkan. Dan ingat!!! Anda harus benar-benar disiplin menjalankannya.

2 hal ini yang terpenting sebagai obat Anda. Janganlah cepat berpuas diri, terus upgrade pengetahuan Anda. Anda bisa mencari tutorial forex di internet atau bisa juga menduplikat system trading teman Anda.

Lantas… Sakit mana?

0 4845
Belajar Trading Forex

Belajar Forex : Bollinger Bands (selanjutnya akan kita sebut sebagai BB) merupakan salah satu indikator yang juga populer di kalangan para trader. Indikator ini dinamakan sesuai dengan nama penciptanya, yaitu John Bollinger.

Bollinger Bands bisa membantu Anda untuk mengukur volatilitas pasar dan memperkirakan range (rentang) pergerakan harga. Indikator ini terdiri atas tiga garis yang bergerak mengikuti pergerakan harga. Ketiga garis yang dimaksud adalah upper bandmiddle band dan lower band.

Belajar Trading Forex

Middle band sendiri sebenarnya adalah moving average, yang merupakan dasar bagi perhitungan upper band dan lower band. Biasanya yang digunakan adalah simple moving average. Jarak antara upper band dan lower band juga middle band dipengaruhi oleh volatilitas yang terjadi. Semakin besar volatilitas maka jarak antar band akan semakin lebar dan sebaliknya.

Dengan demikian, BB membantu Anda untuk mengenali apakah pasar sedang “ramai” atau justru sedang “sepi”. Ketika BB melebar, artinya pasar sedang “ramai”, sedangkan ketika BB menyempit dan cenderung bergerak datar, artinya pasar sedang “sepi”.

Belajar Trading Forex

Kita tidak akan membahas perhitungan BB yang malibatkan perhitungan matematika tingkat tinggi. Kita hanya akan membahas penggunaan BB secara praktis sehingga bisa Anda manfaatkan untuk membaca peluang dari pergerakan harga.

Penerapan Strategi Bounce Trading

Strategi bounce trading bisa Anda terapkan pada BB. Anda akan memanfaatkan upper band dan lower band sebagai resistance dan support dinamis (upper band sebagai resistance dinamis, lower band sebagai support dinamis). Middle band juga nanti akan Anda libatkan, terutama sebagai target.

Harga cenderung memantul kembali ke middle band setelah mencapai upper band atau lower band. Gejala inilah yang Anda gunakan untuk mencari entry point. Strateginya, Anda mencari level buy di area lower band atau mencari level sell di area upper band. Targetnya tentu saja adalah area middle band.

Belajar Trading Forex

Ketika harga sampai di upper band, sulit bagi kita untuk memastikan apakah harga akan berhenti di situ atau justru akan tembus ke atas upper band tersebut. Padahal area ini adalah area yang bagus untuk sell. Nah, tipsnya adalah  tunggu konfirmasi pantulan berupa candlestick atau bar chart yang ditutup di bawah upper band tersebut. Kalau Anda sudah menemukan konfirmasinya, Anda bisa sell. Targetnya di middle band.

Begitu pula caranya untuk menentukan apakah saatnya sudah tepat untuk buy ketika harga telah sampai di lower band.

Stop loss-nya di mana? Mudah saja. Cari saja support atau resistance terdekat.

Strategi bounce trading dengan BB efektif digunakan pada saat pasar sedang dalam keaadaan sideway dan menggunakan time frame yang panjang, misalnya grafik 4 jam-an atau grafik harian. Namun tidak menutup kemungkinan bisa juga dipakai pada saat trending meskipun harus penuh dengan kehati-hatian.

Belajar Trading Forex

Catatan: tidak dianjurkan menggunakan strategi BB bounce trading dalam keadaan trending meskipun memungkinkan!

Penerapan Strategi Breakout Trading

Dengan menggunakan BB, Anda juga bisa mengenali peluang breakout. Kita telah bahas sebelumnya bahwa BB cenderung akan menyempit bila pasar sedang “tenang”. Filosofinya (wow) adalah pada saat itu para pelaku pasar sebenarnya tidak yakin akan dibawa ke mana. Pada saat itu, penjual dan pembeli (supply dan demand) sama kuat, sehingga harga bergerak dalam range yang relatif sempit. Karena harga bergerak dalam range sempit, bollinger band juga menyempit.

Breakout yang terjadi biasanya diikuti oleh BB yang secara cepat melebar dan harga menembus upper band atau lower band. Kondisi itulah yang menjadi sinyal bagi Anda untuk melakukan aksi. Jika upper band yang ditembus, maka strateginya adalah buy. Sebaliknya, jika lower band yang ditembus, maka strateginya adalah sell.

Belajar Trading Forex

Seperti yang pernah kita bahas sebelumnya, baik strategi bounce maupun breakout memiliki kekurangan dan kelebihan. Demikian juga dengan penerapan strategi bounce dan breakout pada BB.

Dengan menerapkan stretegi breakout, Anda dimungkinkan untuk segera “menangkap” peluang yang muncul seteleh breakout. Namun ada kalanya yang terjadi justru false breakout, yang Anda sudah paham apa resikonya.

Untuk mengantisipasi false breakout, strategi breakout menggunakan BB biasanya diterapkan pada time frame yang lebih kecil, misalnya grafik 1 jam-an atau lebih kecil (15 menitan atau 30 menitan).

0 5783
Belajar Trading Forex

Belajar Forex : Mulai dari artikel ini Anda akan mempelajari indikator teknikal. Sebelum kita mulai, perlu diketahui bahwa indikator teknikal bukanlah alat yang bisa menjadikan Anda seperti cenayang. Indikator teknikal hanya membantu Anda untuk mengenali potensi pergerakan harga.

Pertama kali Anda akan membahas indikator teknikal yang bernama Moving Average. Moving average (selanjutnya akan kita sebut sebagai MA) merupakan salah satu indikator tren yang cukup populer. Indikator ini “memperhalus” pergerakan harga dalam rentang waktu tertentu, sehingga Anda dipermudah untuk mengenali tren atau arah pergerakan harga secara umum. Mari kita lihat gambar berikut ini.

Belajar Trading Forex

Gambar di atas adalah grafik 1 jam-an GBP/USD. Garis berwarna merah yang ditambahkan pada grafik tersebut adalah salah satu contoh indikator moving average yang memiliki periode 50 (MA 50). Artinya, indikator tersebut mengambil data harga dari 50 candlestick terakhir, lalu menggambarkannya sebagai garis yang Anda lihat itu. Standar harga yang digunakan biasanya adalah harga penutupan (close), namun ada beberapa metode yang menggunakan harga open, high, atau low. Namun kita tidak akan membahas hal tersebut kali ini.

Kembali ke gambar di atas, Anda bisa melihat bahwa MA bisa memperlihatkan kepada Anda tren yang sedang berlangsung. Jika harga pada umumnya berada di bawah MA, maka tren saat itu adalah downtrend.

Sebaliknya, jika harga secara umum bergerak di atas MA, maka tren saat itu adalah uptrend. Dari contoh di atas terlihat bahwa trend untuk GBP/USD pada grafik 1 jam-an (hourly) adalah turun (downtrend). Semakin curam kemiringan MA tersebut, maka itu artinya tren yang terjadi semakin kuat. Dengan demikian, Anda bisa lebih mudah memperkirakan potensi arah pergerakan selanjutnya.

MA juga bisa berfungsi sebagai support dan resistance. Istilahnya adalah support dan resistance dinamis (dynamic support and resistance).  Dinamakan demikian karena ia bergerak sesuai dengan pergerakan harga.

Pada saat uptrend, MA berfungsi sebagai support. Sebaliknya pada saat downtrend, MA berfungsi sebagai resistance.

Oke, mungkin Anda sudah tidak sabar ingin segera mencicipi resep trading menggunakan MA ini. Sabar… bahkan Utut Adianto juga belajar dasar-dasar catur dulu kok sebelum menjadi Grand Master.

Baiklah, kita akan segera melangkah lebih jauh lagi.

Dalam pembelajaran mengenai MA ini, Anda hanya akan membahas dua jenis MA yang populer saja, yaitu:

1.  Simple Moving Average (SMA)

2.  Exponential Moving Average ( EMA)

Anda akan mempelajari dasar-dasarnya dulu, baru nanti Anda akan pelajari strateginya. Oke, ini dia….

Simple Moving Average (SMA)

Simple Moving Average (SMA) ini merupakan MA yang paling sederhana. Ya, sesuai dengan namanya: simple. Tapi jangan remehkan kemampuan si SMA yang sederhana ini, karena dengan penggunaan yang tepat ia pun bisa menuntun Anda untuk mengenali pergerakan harga.

Jika Anda menggunakan SMA 50 di grafik 1 jam-an, maka SMA 50 yang Anda lihat adalah hasil dari penjumlahan 50 harga penutupan terakhir, lalu hasil penjumlahan itu dibagi lagi dengan 50. Dari perhitungan itulah Anda bisa memperoleh nilai rata-rata dari harga penutupan dalam 50 jam terakhir.

Sudah dapat gambarannya kan? Oke, kita lanjutkan.

Seperti yang pernah disampaikan, pada prakteknya Anda tidak perlu susah-susah lagi menghitung SMA ini, platform trading yang Anda gunakan sudah menyediakan alatnya. Lho, lalu mengapa repot-repot mempelajari perhitungannya? Tujuannya hanya agar Anda memiliki gambaran mengenai apa sebenarnya SMA ini. Juga agar Anda memiliki dasar jika nanti Anda ingin memodifikasi SMA ini sesuai dengan strategi  Anda nantinya.

Seperti yang telah disampaikan di awal tadi: MA “memperhalus” pergerakan harga. Semakin besar periode yang digunakan maka semakin “halus” pula MA yang dihasilkan. Semakin halus MA yang dihasilkan maka akan semakin lambai ia bereaksi terhadap pergerakan harga.

Mari kita lihat perbandingan antara SMA 20 dengan SMA 50 berikut ini.

Belajar Trading Forex

Nah, kelihatan kan? SMA 20 yang berwarna biru memiliki liukan-liukan yang lebih agresif dibandingkan dengan SMA 50 yang berwarna merah. Ini menunjukkan bahwa SMA 20 yang memiliki periode lebih pendek lebih cepat bereaksi terhadap pergerakan harga, sedangkan SMA 50 cenderung lebih lambat daripada SMA 20. SMA 50 terlihat lebih “kalem”, tidak se-“liar” SMA 20.

Dengan mengamati kedua SMA di atas Anda bisa melihat bahwa pasar tengah dalam keadaan trending. Kedua SMA yang Anda lihat pada grafik di atas menggambarkan arah tren secara umum, yaitu downtrend.

Pada topik yang lebih lanjut Anda akan mempelajari strategi penggunaan SMA ini, kelemahannya serta cara mengantisipasi kelemahan SMA tersebut.

Exponential Moving Average (EMA)

Perhitungan EMA tidaklah sesederhana SMA. EMA memberikan bobot yang lebih dalam perhitungan harga rata-rata dalam rentang waktu tertentu. Efeknya adalah EMA cenderung lebih sensitif terhadap pergerakan harga, sehingga EMA bergerak sedikit lebih agresif daripada SMA.

Belajar Trading Forex

Gambar di atas memperlihatkan SMA dan EMA yang diplot pada grafik yang sama. Periode yang digunakan juga sama-sama 50 namun metode perhitungannya berbeda. MA yang berwarna biru adalah EMA, sedangkan MA yang berwarna merah adalah SMA. Anda bisa melihat bahwa EMA 50 selalu lebih dekat kepada SMA 50. Ini artinya EMA lebih merepresentasikan pergerakan harga (price action) daripada SMA. Dengan kata lain, EMA lebih menggambarkan apa yang terjadi di pasar saat ini.

SMA atau EMA?

Mungkin sekarang Anda akan berteriak, “Jadi yang mana yang harus saya pakai? SMA atau EMA?” Hehe… jangan bingung ya. EMA maupun SMA memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri. Kita bahas satu per satu.

Kalau Anda adalah trader yang agresif dan ingin menggunakan MA yang bereaksi cepat terhadap pergerakan harga, maka EMA merupakan pilihan yang tepat. EMA bisa membantu Anda menangkap peluang lebih cepat dibandingkan SMA. Dengan demikian profit yang bisa Anda dapatkan tentunya akan lebih besar pula. Namun kekurangannya adalah Anda bisa saja terjebak oleh fake signal (sinyal palsu) yang diberikan oleh EMA.

Nah, SMA sendiri adalah kebalikan dari EMA. SMA bereaksi lebih lamban pada pergerakan harga daripada EMA. Dengan demikian, peluang yang diberikan pun akan lebih lambat muncul. Artinya, profit yang dihasilkan pun akan lebih kecil. Namun kemungkinan terjebak oleh fake signal lebih kecil.

Jadi pilih yang mana? Terserah Anda. Ya, benar-benar terserah Anda. Anda sudah tahu kekurangan dan kelebihan masing-masing MA. Pilih yang sesuai dengan karakter Anda.

Penggunaan Moving Average

Ingat selalu kalimat ini:

“JIKA HARGA SECARA UMUM BERGERAK DI ATAS MA, MAKA TREN YANG BERLANGSUNG ADALAH UPTREND. SEBALIKNYA JIKA HARGA SECARA UMUM BERGERAK DI BAWAH MA, MAKA TREN YANG BERLANGSUNG ADALAH DOWNTREND.”

Mudah kan? Inilah prinsip dasar penggunaan MA. Dengan demikian, berhati-hatilah jika harga bergerak menembus MA (terjadi breakout), karena hal tersebut merupakan indikasi awal (bukan kepastian) bahwa tren akan berubah arah.

Ingat juga bahwa pada saat uptrend strategi yang terbaik adalah Buy. Sebaliknya, pada saat downtrend strategi yang terbaik adalah Sell.

Pada saat uptrend, MA bisa Anda pergunakan sebagai area referensi untuk buy. Sebaliknya, pada saat downtrend, MA bisa Anda pergunakan sebagai area referensi untuk melakukan sell. Strategi yang biasanya diterapkan adalah bounce trading.

Mari kita cermati gambar berikut ini:

Belajar Trading Forex

Dalam gambar di atas terlihat indikator SMA 50 yang diplot pada grafik 1 jam-an. Terlihat bahwa harga terkoreksi dan mendekati SMA 50 dan memantul. Dengan demikian Anda memperoleh konfirmasi bahwa terjadi pantulan. Perlu diingat bahwa jika Anda akan melakukan buy menggunakan MA, maka pastikan bahwa garis MA sedang menanjak (naik).

Pada strategi sell, yang dilakukan sebenarnya hanya kebalikan dari strategi buy. Ketika harga mengalami pullback ke area MA, yang Anda lakukan adalah menunggu konfirmasi bounce untuk melakukan sell. Perhatikan gambar di bawah ini.

Belajar Trading Forex

Contoh di atas juga mempergunakan SMA 50. Yang pertama kali harus Anda perhatikan adalah apakah garis SMA tersebut sedang turun. Ketika harga mengalami pullback ke area SMA, pastikan bahwa kemiringannya SMA tetap ke bawah (turun). Dalam gambar di atas, kita melihat bahwa harga persis menyentuh garis SMA. Memang ada false break, namun segera harga bergerak turun dan bergerak di bawah SMA. Keadaan ini menggambarkan bahwa tekanan bearish lebih besar daripada bullish. Pada saat ini Anda boleh langsung mengambil posisi sell dengan target di support terdekat dan stop loss di resistance terdekat.

Ya… ya… sederhana memang, tapi ingat: tidak selamanya skenarionya seperti ini. Terkadang bounce yang terjadi gagal dan harga malah berbalik dan menembus MA dengan sadisnya. Itulah sebabnya Anda perlu menempatkan stop loss. Nantinya, dengan strategi ditambah manajemen resiko yang baik (akan dipelajari nanti pada level yang lebih tinggi), strategi yang sederhana pun bisa menghasilkan profit yang konsisten.

Nah, ada pengembangan dari penggunaan MA sebagai entry point. Salah satu pengembangan yang populer adalah mengkombinasikan dua buah MA di dalam satu grafik. Kombinasi yang cukup populer adalah kombinasi SMA 20 dan SMA 50. Strategi ini kita sebut sebagai “double MA”.

Belajar Trading Forex

Idenya adalah memanfaatkan celah yang merupakan area di antara dua MA (apakah nanti Anda akan menggunakan SMA ataupun EMA, sama saja. Hanya saja dalam contoh ini kami menggunakan SMA). Dari gambar di atas Anda bisa melihat bahwa sell dilakukan ketika harga masuk ke dalam area yang dimaksud.

Kalau Anda akan melakukan transaksi dengan strategi double MA maka minimal dua kondisi berikut harus terpenuhi:

  1. Kedua MA harus memiliki arah kemiringan yang sama. Jika akan BUY, maka kemiringan kedua MA harus ke atas (naik). Sebaliknya, jika akan SELL, maka kemiringan kedua MA harus ke bawah (turun).
  2. Harga sudah berada di dalam celah yang merupakan area di antara dua MA.

Oke, Anda sudah tahu bahwa celah MA tersebut bisa Anda manfaatkan untuk entry. Pertanyaannya kemudian adalah: kapan persisnya Anda bisa buy atau sell?

Untuk sementara, Anda gunakan saja dulu area tersebut. Jadi ketika harga masuk dan candlestick ditutup di area tersebut, maka pada saat itulah Anda melakukan transaksi. Nantinya, akan ada alat bantu tambahan yang bisa membantu Anda untuk menentukan timing kapan harus melakukan aksi. Itu akan dipelajari di tingkat yang lebih lanjut. Stay tune!

Double MA Crossover

Perpotongan antara dua MA bisa Anda jadikan sinyal atau indikasi awal bahwa tren akan berubah arah. Hal tersebut juga bisa Anda pergunakan sebagai sinyal untuk entry.

Belajar Trading Forex

Gambar di atas memperlihatkan SMA yang diplot di grafik 1 jam-an. Sell dilakukan ketika kedua SMA itu berpotongan dari atas kebawah dan buy dilakukan ketika terjadi perpotongan dari bawah ke atas merupakan sinyalnya.

Perpotongan dua MA tersebut juga bisa Anda manfaatkan sebagai exit point jika Anda seandainya telah melakukan Buy berdasarkan strategi double MA sebelumnya. Jadi, selain sebagai entry point, perpotongan dua MA juga bisa digunakan sebagai exit point.

0 7416
Belajar Forex, Belajar Trading Forex, Belajar Forex Online, Cara Belajar Forex, Sekolah Forex

Cara Belajar Forex – Ini adalah kenyataannya: untuk menjadi seorang trader  yang berhasil jarang diraih dalam waktu singkat dan langsung. Biasanya seorang trader akan menghadapi hal yang buruk dalam trading dan itu akan menjadi guru serta pengalaman yang sangat berharga.

Beberapa trader bahkan akan mengalami hal yang paling pahit dalam tradingnya. Misalnya sampai modalnya habis. Meskipun demikian bukan berarti bahwa untuk menjadi trader yang berhasil harus bersakit-sakit dahulu, tapi yang lebih penting kita bisa belajar dari kesalahan. Ada ungkapan yang menarik dari buku “Reminiscences of a Stock Operator” yaitu:

There is nothing new on Wallstreet or in stock speculation. What has happened in the past will happen again, again and again. This is because human nature does not change” – Jesse Livermore

Yang kira-kira artinya, di bursa atau dunia trading ini sebenarnya tidak ada yang baru, apa yang terjadi di masa lalu akan terjadi lagi di saat sekarang begitu seterusnya. Hal ini disebabkan oleh perilaku manusia tidak berubah.

Jadi artinya masalah yang dihadapi oleh setiap trader saat ini sebenarnya sama dengan masalah yang dihadapi oleh trader di masa lalu baik itu 10, 20 atau 100 tahun sebelumnya. Penyebabnya cukup sederhana yaitu  – terlepas dari faktor kemajuan teknologi serta inovasi – kita tetaplah sebagai manusia yang mempunyai emosi. Yang membedakan hanyalah emosi kita yang bisa menjadi penghalang buat kita untuk membuat keputusan yang tepat.

Kesalahan Terbesar

Sebelum saya menyebutkan kesalahan terbesar dalam trading yang kita lakukan, cobalah untuk mengingat kembali pengalaman pahit apa yang pernah anda alami saat trading ? He..he.. saya tahu, berusaha mengingat atau membuka luka lama itu sangat menyakitkan, tapi sedikit dari kita yang mau belajar dari kesalahan yang telah kita lakukan. Mengutip pepatah lama: “pengalaman adalah guru yang paling berharga” .

Kenapa trading yang kita lakukan selalu salah bukan profit yang kita peroleh tapi loss yang kita dapatkan, jawablah pertanyaan berikut ini:

  1. Apakah anda mempunyai trading plan ?
  2. Jika punya apakah anda sering melanggar trading plan yang sudah anda susun?
  3. Apakah anda membiarkan harga bergerak tidak searah dengan posisi anda dan anda biarkan begitu saja tanpa ada antisipasi?
  4. Apakah anda menetapkan batasan kerugian anda?
  5. Apakah anda tahu kapan saatnya menutup posisi ?

Jika jawaban nomor satu “Tidak”, maka anda sudah melakukan kesalahan pertama; jika jawaban nomer dua “Ya” maka anda sudah melakukan kesalahan kedua; jika jawaban nomer tiga “Ya” maka anda sudah melakukan kesalahan ketiga, jika jawaban nomer empat “Tidak” maka anda sudah melakukan kesalahan keempat; jika jawaban nomer lima “Tidak” maka anda melakukan kesalahan kelima.

Semua pertanyaan-pertanyaan diatas pada akhirnya akan mengerucut menjadi satu alasan utama yang sering dilakukan oleh para trader. Ketika anda merasa tidak melakukan kesalahan dari lima pertanyaan diatas sebenarnya masih ada satu alasan kenapa secara total kita masih mengalami kerugian. Kesalahan utama yang kita lakukan yaitu kita tidak memahami konsep risk reward rasio.

Seperti ungkapan Jesse Livermore diatas dimana kita ini hanya manusia, dan sifat dasar manusia pasti selalu ingin menang atau kalau dalam trading selalu ingin profit, tidak ada manusia satupun yang ingin mengalami kerugian.

Nah.. disinilah sifat manusia yang didorong oleh emosi selalu ingin profit kadang melupakan logika dan membuat keputusan yang salah. Artinya meskipun kita sering mendapatkan keuntungan dibandingkan jumlah transaksi kita yang rugi, mengapa secara total modal kita tetap saja berkurang?

Perhatikan gambar berikut ini :

Belajar Forex, Belajar Trading Forex, Belajar Forex Online, Cara Belajar Forex, Sekolah Forex

Taken from The Number One Mistake Forex Traders Make, by David Rodriguez

Seperti saya katakan diatas tadi, sifat dasar manusia itu selalu ingin profit, seperti gambar diatas kalau kita lihat percentase jumlah trading yang profit (batang warna biru) lebih besar dibandingkan jumlah trading yang loss (batang warna merah) hampir di semua mata uang. Lalu pertanyaan yang muncul bukankah itu berarti bagus dan kita merasa senang, benar bukan ?

Tetapi sayangnya dari gambar yang ditunjukkan diatas yaitu jumlah persentase yang profit lebih besar dari yang loss belum menjamin secara keseluruhan kita akan profit atau modal kita bertambah. Kok bisa seperti itu ?

Hal ini karena faktor risk and reward rasio, risk reward rasio yaitu perbandingan antara seberapa besar kerugian dengan keuntungan yang ingin kita peroleh. Nah coba renungkan dalam hati anda masing-masing. Ketika anda trading dan harga bergerak tidak searah dengan posisi yang anda ambil, apakah Anda akan menahan posisi yang salah tersebut dengan harapan harga akan berbalik kembali? Hal ini cukup serakah, padahal kenyataannya bukankah kita harus takut?

Atau jika kasusnya dibalik : yaitu saat posisi yang Anda ambil benar dan harga bergerak searah dengan posisi yang kita ambil tadi, apakah Anda akan segera menutup posisi tersebut karena takut harga akan berbalik arah kembali?

Intinya kebiasaan yang sering kita lakukan saat floating minus akan kita tahan tapi saat floating profit kita buru-buru menutup posisi tersebut, benar bukan?

Kembali lagi ke konsep risk reward rasio. Untuk lebih memahami tentang risk and reward perhatikan ilustrasi dibawah ini :

  • Seorang Trader A dari 10 kali transaksi 7 transaksi profit dan 3 transaksi loss, kalau kita perhatikan sekilas trader A tersebut keren bukan. Tapi trader A tersebut menetapkan risk reward rasionya sebesar 5 : 1, misalnya target profitnya hanya 10 pip maka batasan kerugiannya 50 pip.
    Maka Trader A profit sebesar 70 pip (7 x 10 pip) sementara loss yang dialami – 150 pip (3 x 50 pip), jadi secara total trader A tersebut masih loss 80 pip (70 pip – 150 pip).
  • Seorang trader B dari 10 kali transaksi 4 kali profit sementara 6 kali loss, kalau kita perhatikan sekilas trader B ini lebih jelek dari trader A bukan. Tapi trader B menetapkan risk and reward rasio dibalik yaitu 1 : 5, jadi misalnya target profitnya 50 pip maka batasan resikonya hanya 10 pip.
    Maka Trader B profit sebesar 200 pip (4 x 50 pip) sementara loss yang dialami hanya minus 60 (6 x 10 pip), jadi secara keseluruhan trader B masih profit 140 pip (200 pip – 60 pip).

Jadi sebenarnya inti dari trading itu bukan seberapa sering kita profit, melainkan yang lebih penting adalah seberapa besar keuntungan yang kita peroleh disaat posisi kita benar dan seberapa kecil kerugian yang kita alami disaat posisi kita salah. Berlatihlah terus menggunakan demo account.

Plan your trade, and trade your plan.

1 10849
belajat forex, tutorial forex, belajar trading forex, cara belajar forex

Tips Belajar Cara Memulai Trading Forex Untuk Pemula

Besarnya keuntungan yang bisa didapatkan dalam waktu yang singkat dalam trading baik trading forex, index, saham ataupun komoditas, seringkali dijadikan alasan bagi kita semua untuk terjun ke dalam dunia trading. Namun perlu diingat, jika Anda tanpa melakukan persiapan yang matang sebelum memulai trading, ibarat kita masuk ke hutan belantara tanpa perbekalan dan kompas sebagai penunjuk arah.

Karena hal itulah banyak trader pemula yang menggebu-gebu diawal karirnya dalam dunia trading forex namun pada akhirnya melempem juga, karena mengalami banyak kerugian. Karena memang dari awal tidak melakukan persiapan-persiapan segala sesuatunya sebelum memulai trading forex. Lalu bagaimana cara memulai trading forex yang baik dan benar?

Berikut ini tips dalam belajar forex mengenai cara memulai trading forex :

  1. Sebelum memasuki pasar lebih baik Anda membekali diri dengan pengetahuan trading, termasuk didalamnya belajar mengenali trend pergerakan pasar yang sedang terjadi. Anda bisa menbaca artikel-artikel mengenai belajar forex diblog ini.
  2. Janganlah mengambil keputusan trading berdasarkan perkiraan naluri dan faktor keberuntungan saja.
  3. Selalu melakukan analisa pasar dan trend secara obyektif, berdasarkan analisa teknikal maupun fundamental.
  4. Kuasailah dengan baik beberapa indikator untuk melakukan analisa teknikal. Perhatikan berita-berita yang mempengaruhi pergerakan pasar sebagai bagian analisa fundamental.
  5. Berpikirlah terlebih dahulu sebelum memasuki pasar. Hadapilah kenyataan bahwa pergerakan pasar tidak bisa diterka. Pahamilah resiko yang bisa terjadi ketika sudah memasuki pasar.
  6. Jangan emosi dalam melakukan trading, selalu berpikir dengan logika, bukan dengan adrenalin Anda.
  7. Disiplin dalam mengelola batasan resiko dengan menentukan stop loss dan target profit Anda. Jangan pernah menjauhkan stop loss yang sudah ditentukan karena hal ini akan membuat modal Anda terkuras habis.
  8. Buatlah strategi trading dimana setiap langkah yang Anda ambil merupakan keuntungan, meski kecil.
  9. Selalu mempunyai perencanaan terlebih dahulu sebelum memasuki pasar. Dengan demikian harga dan pergerakan pasar akan lebih mudah diprediksikan.
  10. Percayalah pada broker Anda yang membantu trading, dengan demikian Anda akam merasa lebih tenang dalam berinvestasi.
  11. Konsultasikan strategi trading Anda dengan broker yang pastinya juga memiliki strategi trading pula. Ini akan membantu Anda lebih memahami pasar.
  12. Sadarilah modal investasi yang Anda miliki, modal yang kecil tentunya tidak akan bisa kuat menahan pergerakan harga yang terus naik misalnya.
  13. Modal investasi yang besar juga harus waspada, agar tidak terjerat dalam permainan para spekulan.

Nah, inilah tadi beberapa tips memulai trading forex. Sebaiknya memang Anda belajar forex terlebih dahulu sehingga memiliki pengetahuan dan persiapan sebelum Anda terjun langsung ke dunia trading forex, karena bagi banyak orang, dunia trading itu memang kejam, khususnya bagi Anda seorang pemula. Modal saja jelas tidak cukup bukan? Apalah artinya modal yang besar jika Anda tidak mengetahui seluk beluk dunia trading dan pengetahuan apa saja yang diperlukan dalam melakukan trading, sama saja Anda setor uang dengan cuma-cuma. Andapun harus konsisten dengan strategi yang sudah Anda gunakan, jangan sampai Anda melakukan kesalahan-kesalahan dalam trading yang selalu berulang-ulang. Selamat belajar forex!!!

 

0 7381
MACD, tutorial forex, belajar trading forex, cara belajar forex

Tutorial Cara Trading Forex Menggunakan Indikator MACD

Tutorial ForexMACD atau Moving Average Convergence Divergence merupakan salah satu indikator teknikal yang dikembangkan oleh Prof. Gerald Appel pada akhir tahun 1970-an yang difungsikan untuk membantu Anda mengidentifikasi perubahan arah. Selain itu, MACD bisa memberikan informasi apakah tren yang berlangsung cukup kuat atau tidak.

Dari namanya mungkin Anda sudah bisa menebak bahwa dasar yang digunakan MACD adalah Moving Average. Benar sekali. Tapi kita tidak akan membahas dasar teori dan perhitungannya. Dalam video ini kita akan membahas cara membaca MACD untuk menemukan peluang, karena itulah tujuan kita mempelajari analisis teknikal: mencari uang dari pasar finansial.

Untuk lebih jelasnya, silakan simak video tutorial forex berikut :

0 5404

Tutorial Forex Indikator Relative Strength Index (RSI)

Tutorial Forex – Relative Strength Index (RSI), memiliki kemiripan dengan stochastic dalam hal membantu untuk mengenali kondisi overbought dan oversold. Indikator ini dikembangkan oleh J. Welles Wilder, Jr dan diperkenalkan pada tahun 1978.

Wilder junior sendiri adalah seorang insinyur mesin yang lebih dikenal sebagai seorang analis teknikal yang melahirkan beberapa indikator teknikal yang terkenal selain RSI.

Untuk lebih jelasnya, simak video berikut ini :