Tags Posts tagged with "Belajar Trading Forex"

Belajar Trading Forex

0 2045
belajar trading forex, belajar trailing stop

Belajar Trailing Stop Dalam Trading Forex

Pernahkah Anda mengalami :

Take profit udah hampir kena tapi harga berbalik arah?

Di hedging.. eee balik arah lagi…

Kurang ajar kan?

Saat Anda open posisi dan posisi Anda sedang profit tapi belum menyentuh take profit yang sudah ditentukan,  apa kemungkinan yang akan terjadi?

Pertama, harga terus berlanjut dan take profit Anda tersentuh. Profit lah ya.. :)

Kedua, harga berbalik arah dan profit yang sudah Anda dapatkan berubah menjadi loss atau bahkan terkena stop lossnya. Nyesek ya… :)

Kejadian seperti ini bisa kita hindari dengan penggunaan Trailing Stop. Apa itu trailing stop dan bagaimana cara pemasangannya? Mari kita belajar penerapan Trailing Stop dalam trading forex.

Apa itu Trailing Stop?

Trailing Stop merupakan fitur dari metatrader yang berfungsi untuk mengunci profit Anda dengan cara membuat stop loss Anda terus bergerak naik mendekati harga sekarang jika Anda pasang pada posisi Buy, dan akan terus turun mendekati harga sekarang jika dipasang pada posisi Sell.

Trailing stop baru akan aktif jika posisi Anda sudah profit. Dengan cara kerja seperti itu, Anda tidak perlu kuatir lagi dengan perubahan arah harga yang menggerus profit yang sudah diperoleh. Karena dengan memasang trailing stop Anda tidak akan loss sekalipun stop loss Anda tersentuh karena stop loss yang terpasang sudah melewati harga pembukaan.

Jadi intinya,  trailing stop berfungsi untuk memasang stop loss yang bisa berubah secara otomatis mendekati harga saat ini sehingga jikapun stop loss tersentuh, hasil trading Andapun akan tetap profit karena stop loss sudah melewati harga pembukaan posisi.

Cara memasang Trailing Stop

Untuk memasang trailing stop, klik kanan pada posisi yang masih terbuka, pada menu shortcut yang muncul pilih Trailing Stop. Kemudian atur tingkatan jarak stop loss untuk berapa pips. Pada metatrader yang menggunakan 4 digit desimal, jarak minimal adalah 15 pips, sedangkan untuk 5 digit desimal minimal 50 pips.

 Untuk lebih jelasnya lihat pada gambar dibawah ini :

trailing stop

Contoh

Anda open posisi Buy GBP/USD di harga 1.28500 dan memasang Take profit di harga 1.29000. Kemudian Anda memasang trailing stop dengan memilih jarak 50 pips. Jika harga bergerak keatas sampai Anda mendapatkan profit 50 pips, trailing stop otomatis akan aktif, karena fungsi trailing stop adalah untuk memperlindungi profit. Jadi jika harga sudah menyentuh 1.28550, otomatis stop loss akan terpasang di 1.28500.

Harga terus bergerak keatas, otomatis trailing stop akan mengikuti. Misal harga bergerak keatas sampai 1.28950 dan trailing stop mengikuti dan terpasang stop loss diharga 1.28900 kemudian harga berbalik arah dan turun sampai menyentuh stop loss yang terpasang di 1.28900, posisi akan terlikuidasi. Jadi Anda bisa melihat disini, walaupun open terlikuidasi karena tersentuh stop lossnya, akan tetapi hasil akhirnya, Anda tetap mendapatkan profit sebesar 400 pips.

Berikut contoh open posisi yang sudah terpasang trailing stop 50 pips :

belajar forex, belajar trailing stop

Yang perlu diperhatikan

  • Trailing stop hanya akan aktif jika posisi Anda sudah profit, untuk menghindari kerugian yang besar sebelum trailing stop aktif, ada baiknya Anda memasang stop loss terlebih dahulu.
  • Trailing stop yang berkerja di platform atau terminal Anda sendiri, jika komputer dimatikan, otomatis trailing stop Anda juga akan mati.

 

0 76688
Belajar Forex

Belajar Forex : Long Term Trading dan Short Term Trading. Pilih Mana?

Artikel belajar forex kali ini akan membahas mengenai gaya trading, jangka pendek ataukah jangka panjang. Antara trading jangka panjang (long term trading) dan trading jangka pendek (short term trading), manakah yang lebih baik? Pada umumnya para trader lebih menyukai melakukan trading secara harian (short term trading) untuk mengambil target profit beberapa pips saja dan melakukan trading beberapa kali dalam 1 hari. Namun yang menjadi kesulitannya adalah mencoba untuk bisa konsisten meraih profit yang Anda inginkan. Kesabaran untuk bisa mengambil 20 – 30 pips setiap hari dan mengulanginya secara terus menerus, akan membuat Anda bosan. Dan pada akhirnya membuat kesalahan yang berujung pada floating loss yang besar.

Sebenarnya jika Anda bisa secara konsisten melakukan hal tersebut – yaitu dengan cara menentukan target profit harian Anda – maka Anda akan bisa mengontrol cara trading Anda dan profit Anda tentunya. Jika terjadi suatu trend yang panjang (long term), namun dalan kurun waktu yang pendek (short term) memang sering kali membuat Anda merasa ragu, apakah ini benar-benar bisa diandalkan. Dan Anda tak akan pernah tahu kapan waktunya suatu trend akan berbalik arah, hal ini tentunya sangat beresiko karena akan mengancam profit yang sudah Anda kumpulkan. Oleh karenanya sangat sedikit trader yang bermain secara long term, mungkin ini salah satu penyebabnya.

Long term trading membutuhkan pengetahuan fundamental ekonomi yang sangat rumit. Fundamnetal ekonomi membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menggalinya. Pengetahuan mengenai fundamental ekonomi merupakan satu langkah maju, namun mengaplikasinya dalam forex trading adalah persoalan lain yang mungkin membuat Anda bingung. Long term trading biasanya membutuhkan aksi yang lebih sedikit karena momentum atau trend yang besar tidak setiap hari terjadi. Gaya trading seperti ini tidak cocok bagi trader yang hanya mengandalkan keberutungan saja. Jika Anda piker kembali, long term trader sebenarnya lebih punya kesempatan mencetak profit daripada shor term trader.

Namun apapun alasannya, Anda bisa meraih profit baik dari short term trading maupun long term trading asalkan Anda punya dasar pengetahuan untuk melakukan analisa secara teknikal maupun fundamental. Antara kedua system trading tersebut, manakah yang lebih baik? Tentunya ini sangat bergantung dengan gaya Anda masing-masing. Yang jelas, pilihlah strategi forex Anda dan lakukan secara konsisten untuk meraih profit dalam forex trading. Evaluasi system trading yang Anda gunakan dan terus belajar forex untuk meningkatkan kemampuam trading Anda.

Selamat menentukan gaya trading Anda. :)

0 49764
belajat forex, tutorial forex, belajar trading forex, cara belajar forex

Tutorial Forex – Jika Anda ingin menahan posisi trading untuk waktu yang sangat lama, maka Anda perlu memahami dua hal yaitu :

  1. Manajemen risiko
  2. Level close posisi.

Jika Anda mempunyai account trading forex dengan dana $ 1000 atau $ 1.000.000 maka kedua hal di atas harus diketahui sebelum perdagangan dilakukan.

Mengapa dua hal ini penting?

Saya akan mencoba menggambarkan beberapa kesalahan saya ketika memulai perdagangan forex. Mungkin setelah membaca ini, Anda akan semakin memahami bagaimana pentingnya karena jika telah masuk ke dalam situasi ini maka pengalaman ini akan menjadi penting atau jika belum, Anda akan segera mengalaminya.

Ketika saya mulai transaksi dan belajar, ada saat-saat ketika saya begitu yakin bahwa perdagangan akan menghasilkan keuntungan karena kepercayaan diri yang tinggi akan mengaburkan arti risiko pada perdagangan forex.

Sekarang, dengan tanpa daya momen kerugian akan terus meningkat melebihi tingkat kenyamanan dan akhirny amembuat kerugian besar! Stop loss terkena dengan kerugian besar.

Sekarang saya berjuang untuk kembali membuat account trading forex karena baru saja mengalami kerugian besar.

Berapa risiko per trade?

Pertama tentukan berapa banyak Anda merasa nyaman untuk mengambil risiko kerugian pada setiap perdagangan yang Anda lakukan. Anda perlu tentukan, berapa banyak % (persentase) risiko per perdagangan.

Mari kita buat beberapa perhitungan, jika Anda mempunyai risiko hanya 2% dari account pada setiap perdagangan, maka setiap 50 kekalahan transaksi berturut-turut akan menghapus dana di account trading $ 10.000.

Jika mempunyai risiko 5%, maka dana di account trading akan habis dengan 20 kali kekalahan secara berturut-turut. Jika risiko 10% pada setiap perdagangan masing-masing maka Anda hanya perlu 10 kali berturut-turut mengalami perdagangan rugi.

“Dapatkah Anda melihat pola di sini? semakin Anda mempunyai risiko tinggi pada setiap per perdagangan”.

Jika Anda memiliki dana di account $ 5.000 maka dengan resiko 2% per perdagangan, ini berarti sama dengan risiko $ 100 per perdagangan. Dengan risiko 5%, Anda meresikokan $ 250 per perdagangan.
Dengan risiko 10% maka risiko per perdagangan adalah $ 500.
Secara pribadi saya berdagang dengan risiko dari mana saja antara 1% sampai 5%. Dengan meresikosikan 5% per transaksi bagi saya hal tersebut adalah bunuh diri.

Ingat, semakin Anda berisiko, semakin cepat dana account trading forex Anda akan hilang.

Berikut yang saya lakukan:

  1. Saya mempunyai risiko perdagangan harian antara 1% hingga 5%.
  2. Jika saya rugi 5% pada hari ini, maka saya akan berhenti trading.
  3. Ketika saya berdagang pada besok hari, saya akan bertransaksi dengan risiko perdagangan 1% atau 2% setiap hari.
  4. Saya akan berdagang dengan risiko kecil sampai kembali account semula.

Mengapa 2% untuk manajemen risiko? Saya telah membeli dan membaca dan buku-buku tentang manajemen risiko untuk perdagangan forex dan banyak dari buku-buku ini mengatakan bahwa kita harus mengambil risiko 2% per perdagangan.

Strategi close posisi

Sebelum Anda open posisi, Anda harus memiliki rencana bagaimana cara untuk close posisi.

Anda akan close posisi ketika :

  1. Stop loss kena
  2. Keuntungan karena target take profit kena
  3. Trailing stop loss kena
  4. Close posisi ketika kerugian sudah terlalu banyak.
  5. Close posisi ketika melihat sebuah entri sinyal perdagangan yang berlawanan dengan posisi terbuka.
  6. Beberapa trader memiliki sistem ata ustrategi close posisi

Jadi, penting bagi kita untuk mengetahui kedua hal di atas sehingga kita dapat menggunakannya pada transaksi forex sehari-hari.

0 38575
Cara Menghitung Swap

Belajar Forex : Di dunia Forex, kita bebas menentukan kapan kita mengambil atau menutup/likuidasi open posisi. Ada kalanya kita tidak ingin menutup open posisi walaupun hari perdagangan segera tutup (overnight). Apabila hal ini terjadi, biasanya pihak broker akan menarik biaya menginap atau yang biasa disebut dengan Interest Rate (Swap).

Interest Rate atau Swap adalah biaya yang dikenakan atau diberikan jika memiliki posisi terbuka melebihi dari satu hari perdagangan dan hanya dikenakan  pada produk kontrak gulir saja. Dalam platform trading metatrader, swap sudah dihitung secara otomatis. Tetapi dari manakah sebenarnya angka itu didapatkan? Mari kita belajar cara menghitungnya.

Rumus perhitungan swap adalah sebagai berikut :

rumus+swap

                                                                          Di mana: i = konstanta rate, dan H = bobot hari

Konstanta rate (i) atau bisa disebut interest rate biasanya di update pada hari Senin, besarannya bisa anda cek di platform trading dengan cara klik kanan dikotak market watch, klik symbol, pilih symbol yang ingin di cek interest ratenya, klik properties dan akan muncul kotak spesifikasi symbol tersebut, cek pada swap long untuk buy dan swap short untuk posisi sell.

swap+di+metatrader

Bobot hari (H) adalah nilai masing-masing hari dalam satu minggu, namun perlu kita perhatikan, khusus untuk hari Rabu ke hari Kamis dianggap overnight 3 hari, sedangkan untuk hari Jumat ke hari Senin hanya dianggap 1 hari saja.

Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut ini:

rumus+bobot+hari

Contoh:

  1. Kita melakukan transaksi BUY pada hari Senin pukul 18.00 WIB, dan posisi itu kita close pada hari Selasa esoknya pada pukul 02.00 WIB (dini hari), maka transaksi kita BELUM mengalami overnight.
  2. Kita melakukan transaksi BUY pada hari Selasa pukul 02.00 WIB (dini hari), dan kita close hari itu juga tapi pada pukul 06.00 WIB, maka transaksi kita SUDAH mengalami overnight satu hari.
  3. Kita melakukan transaksi BUY pada hari Rabu pukul 23.00 WIB, dan baru kita close hari Kamis esoknya pada pukul 06.00 WIB, maka transaksi kita SUDAH mengalami overnight TIGA hari.
  4. Kita melakukan transaksi BUY pada hari Kamis pukul 02.00 WIB (dini hari), dan kita close hari itu juga pada pukul 06.00 WIB, maka transaksi kita SUDAH mengalami overnight TIGA hari.

0 24718
Belajar Trading Forex

Belajar Forex : Dalam materi terdahulu telah dibahas dasar-dasar analisis teknikal seperti support/resistance dan trendline. Pada pelajaran sebelumnya Anda telah mempelajari macam-macam indikator teknikal. Anda juga telah mempelajari jenis-jenis pola candlestick dan price pattern. Sekarang kita akan melanjutkan petualangan dengan berbagai alat bantu analisis teknikal tersebut.

Memadukan indikator yang satu dengan yang lain bisa membantu Anda untuk menemukan perspektif yang lain pada pergerakan harga. Pemaduan ini juga bisa membuat indikator “saling melengkapi”. Hal seperti ini biasa disebut sebagai “sistem trading”. Misalnya, moving average yang pada dasarnya adalah indikator tren dilengkapi dengan stochastic yang merupakan oscilator untuk menentukan timing buy atau sell.

Dalam chapter ini, Anda akan melihat contoh-contoh penggunaan indikator yang digunakan bersama-sama dengan indikator lain. Kita tidak akan membahas terlalu banyak, yang akan kita bahas hanya sistem yang sederhana dan populer saja, sebagai dasar untuk membangun sistem trading.

Biasanya, para trader mengkombinasikan dua hingga tiga indikator yang berbeda dalam sistem trading mereka. Keputusan untuk buy atau sell diambil ketika ketiga indikator tersebut telah “mengkonfirmasikan” sinyal yang sama.

Baiklah, tanpa perlu berpanjang-lebar, kita mulai petualangan kita.

1. Pemanfaatan pattern

Ini adalah sistem yang sangat sederhana. Anda hanya perlu  mengenali pola yang muncul untuk memperkirakan pergerakan harga selanjutnya. Tentu saja, untuk bisa mengenali kemunculan pola, Anda harus memperbanyak latihan agar pengamatan Anda semakin jeli.

2. Fibonacci retracement + candlestick/price pattern

Teknik ini bisa dikatakan cukup sederhana. Yang Anda butuhkan hanyalah trend line dan sedikit bantuan dari Fibonacci retracement dan sedikit bantuan dari candlestick dan/atau price pattern.

Sistem ini berpatokan pada tren. Oleh karena itu, tentu saja pemahaman yang baik mengenai tren itu sendiri mutlak diperlukan. Sistem ini juga menggunakan strategi bounce trading yang memanfaatkan level acuan Fibonacci retracement.

Yang pertama kali harus Anda lakukan adalah menentukan tren. Langkah selanjutnya, tarik Fibonaci retracement berdasarkan swing terakhir yang Anda lihat di chart. Kemudian, perhatikan area acuan Fibonacci retracement tersebut, yaitu 38.2%, 50% dan 61.8%.

Belajar Trading Forex

Selanjutnya, cari bounce (pantulan) dari area acuan Fibonacci tadi. Konfirmasi yang bisa Anda pergunakan adalah pola candlestick atau pattern.

Jadi, Anda harus menunggu pullback ke area acuan Fibonacci lalu mencari apakah ada konfirmasi pattern bullish/bearish. Pattern/pola tersebut bisa candlestick (morning/evening star, engulfing, dll) atau price pattern seperti double top, double bottom, dan lain-lain.

3. Fibonacci retracement + stochastic oscillator + CCI

Masih dengan Fibonacci retracement, tapi kali ini kita akan memadukannya dengan stochastic dan CCI. Penggunaannya juga cukup mudah. Kita menunggu sampai pullback terjadi ke area acuan Fibonacci, lalu tunggu sinyal buy/sell dari stochastic dan CCI. Sinyal harus muncul dari kedua indikator tersebut untuk memperoleh konfirmasi sinyal yang kuat.

OK. Sistem trading yang dijelaskan di atas hanya beberapa contoh yang bisa Anda pergunakan. Anda bisa bereksperimen untuk memadukan beberapa indikator hingga menjadi sistem trading yang sesuai dengan style trading Anda.

0 20502
belajar forex

Part 3 : 6 Tips Belajar Berpikir Seperti Seorang Trader Forex Profesional

Artikel belajar forex mengenai “6 Tips Berpikir Seperti Trader Profesional” sebelumnya sudah saya bahas sebanyak 4 tips dalam 2 artikel, saya akan lanjutkan untuk 2 tips berikutnya. Kita mulai untuk tips yang kelima.

5. Kembangkan rutinitas trading yang sudah ditetapkan

Tanpa mempunyai rencana trading yang jelas, cenderung dibutuhkan waktu lama di depan komputer bagi seorang trader untuk melakukan transaksi trading dan melakukan analisa pasar.

Kembangkanlah rutinitas trading Anda sendiri dan menyimpannya dalam trading plan Forex yang Anda buat.

Biasakan untuk membaca kembali rencana trading Anda setiap hari, supaya Anda selalu mengingat aturan-aturan yang telah Anda susun dan menjadikannya rutinitas pada saat Anda melakukan transaksi.

Perhatikan pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Dapatkah saya menilai situasi pasar saat ini?
  • Pasar berada dalam tren atau Range?
  • Adakah hubungan antara berbagai pasangan mata uang?
  • Trading Setup seperti apakah yang ditawarkan pasar?
  • Apakah transaksi trading Anda memiliki potensi rasio laba / rugi yang benar?

Semua pertanyaan ini yang harus Anda tanyakan pada diri Anda bahkan sebelum Anda berpikir untuk membuka posisi trading.

6. Buatlah strategi trading forex yang menguntungkan

Sebelum Anda dapat membuat rencana trading, Anda harus terlebih dahulu mahir dan menguasai betul strategi trading yang akan Anda terapkan.

Konsep dan cara trading saya sederhana saja, berusaha melihat kenyataan yang terjadi di pasar. Pasar adalah hasil dari tindakan yang dilakukan oleh pelaku pasar aktif didalamnya. Beberapa pelaku pasar (trader) memiliki strategi trading yang berbeda dan kebutuhan yang berbeda pula untuk bisa sukses dipasar.

Pikirkan tentang hal ini!

Jika Anda tidak menyaring apa yang sebenarnya terjadi dipasar dan menyesuaikan pola pikir kita dengan situasi pasar, menerapkan strategi atau sistem trading yang sederhana, Anda tidak akan mendapatkan keuntungan dari pasar dan menjadi seorang trader forex professional yang terus mendapatkan keuntungan di pasar forex.

Demikian 6 tips untuk merubah cara berpikir bagi trader pemula menjadi seperti seorang trader profesional. Janganlah Anda merasa bosan untuk terus belajar trading forex. Karena sebenarnya tidak ada yang ahli dalam trading forex. Tapi mereka yang bisa mengendalikan emosi dan memanfaatkan peluang dipasarlah yang akan sukses dalam trading forex. Selamat belajar forex!!!

0 10723
belajar forex

Part 2 : 6 Tips Belajar Berpikir Seperti Seorang Trader Forex Profesional

Artikel belajar forex mengenai “Tips Berpikir Seperti Trader Profesional” sebelumnya sudah saya tuliskan 2 tips, saya akan lanjutkan untuk tips yang ketiga.

3. Tetap kendalikan emosi Anda

Pada artikel sebelumnya, saya pernah membahas tentang pentingnya emosi dan jiwa dalam trading. Faktanya adalah sejak awal banyak trader forex yang belum berpengalaman melakukan kesalahan yang mendasar ini.

Memang benar tidak ada yang bisa mematikan emosi seperti keserakahan atau rasa takut. Yang bisa kita lakukan sebagai seorang trader adalah mengendalikan emosi tersebut.

belajar forex

Kita harus membuat trading plan yang tepat untuk trading forex.

3.1. Manajemen modal yang tepat untuk trading forex

Kebanyakan trader menerapkan resiko yang terlalu tinggi pada modal transaksi mereka. Hal ini bisa menybabkan kesalahan yang fatal.

Keuntungan belum terealisasi seperti yang telah direncanakan melalui rasio keuntungan / kerugian, malahan kerugian yang kita dapatkan yang berarti seluruh modal transaksi kita habis.

Trader professional memiliki manajemen keuangan dalam mengelola account trading forex dengan aturan yang telah ditetapkan, seperti:

  1. Per transaksi mempertaruhkan tidak lebih dari XX% dari modal trading
  2. Kerugian dalam satu hari perdagangan tidak boleh melebihi XX%
  3. XX% dari keuntungan bulanan akan diambil dari akun trading
  4. Dan sebagainya

belajar forex

3.2. Batasi jumlah transaksi Anda pada tingkat yang sehat

Banyak trader yang tidak berpengalaman mengambil semua peluang yang ada didepan mata mereka.

Tujuan kami adalah bertindak untuk keuntungan jangka panjang.

Justru karena alasan tersebut kita harus membiarkan posisi terbuka, jika probabilitas untuk menang tinggi dan analisis market kita masih sejalan dengan pasar.

Untuk bisa menganalisa kondisi pasar dengan baik, kita memerlukan trading plan yang didalamnya berisi prinsip-prinsip strategi trading dan PENGALAMAN.

belajar forex

Sayangnya banyak trader yang mengabaikan untuk cepat mengevaluasi kondisi pasar dan tindakan intuitif yang banyak berhubungan dengan pengalaman.

Semakin seseorang aktif dan melihat pasar dengan benar, semakin baik dia menilai peluang pasar.

Mengetahui teorinya saja tidak cukup untuk membuat sesorang menjadi ahli.

4. Buatlah dokumen atau jurnal trading Anda

Semua tips dan saran dalam artikel ini tidak akan ada gunanya jika tidak Anda ikuti.

Jadi, Anda perlu sesuatu untuk merekam seluruh tindakan Anda, hal ini memegang peranan penting untuk membentuk cara berpikir dan proses belajar trading Forex Anda.

Sesuatu itu adalah trading plan Forex dan jurnal trading Forex Anda. Untuk jurnal dan trading plan bisa Anda pelajari pada artikel belajar forex lanjutan.

Jurnal Trading Forex sebagai buku harian trader

Sayangnya sebagian besar trader kurang disiplin untuk keberhasilan trading jangka panjang.

Disiplin dapat dipelajari.

Jika kita mencapai keberhasilan dalam trading Forex, otomatis juga akan meningkatkan kepercayaan diri dalam trading. Dalam tahap ini penting kita dokumentasikan apa saja tindakan dan system trading yang telah kita lakukan sehingga memperoleh hasil transaksi trading yang positif.

Jadi kita selalu bisa melihat mana system trading yang telah bekerja untuk kita, kita harus mendokumentasikan hasil transaksi kita dengan sebaik-baiknya.

Selain itu, perlu juga membuat screenshot grafik dengan time frame yang berbeda supaya Anda nantinya bisa menemukan peluang pada pasangan mata uang tersebut.

Mulailah membuat jurnal trading Anda.

Ini akan membantu Anda bertanggung jawab atas tindakan Anda dan belajar dari kesalahan Anda, karena Anda dapat melacak semua kegiatan berdasarkan dokumentasi Anda dengan sempurna.

Simak tips berikutnya pada artikel belajar forex dengan tema “6 Tips Belajar Berpikir Seperti Seorang Trader Forex Profesional” Part 3.

0 11768
Belajar Trading Forex

Belajar Forex : Price artinya harga sedangkan pattern artinya pola. Jadi price pattern bisa diartikan pola yang muncul dari pergerakan harga. Ini mengadopsi dari prinsip dasar analisa teknikal yang berbunyi sejarah selalu berulang. Memang benar, dari masa ke masa pergerakan harga membentuk pola tertentu yang berulang-ulang.

Pada dasarnya price pattern ada dua jenis yaitu reversal pattern dan continuation pattern.

Reversal Pattern

a.  Double Top Dan Double Bottom

Kita akan memulai pembahasan kita dari reversal pattern terlebih dahulu. Yang pertama akan dibahas adalah double top & double bottom.

Anda akan memahami kata “top” sebagai “puncak” dan “bottom”  sebagai “lembah”. Dengan demikian, “double top” artinya adalah “dua puncak” sedangkan “double bottom” artinya adalah “dua lembah”.

Pola double top dan double bottom memang terlihat seperti dua puncak dan dua lembah yang berdampingan. Kedua pola ini cukup mudah dikenali dan juga memiliki akurasi yang cukup tinggi.

Belajar Trading Forex

Gambar di atas adalah ilustrasi dari pola double top. Pola ini biasanya muncul di ujung uptrend dan memiliki indikasi bearish. Perhatikan bahwa ada enam titik yang ditandai pada gambar tersebut. Anda bisa mengatakan bahwa ada potensi akan terbentuk pola double top jika harga telah bergerak turun dari titik (3). Ingat, baru potensi. Ketika titik (4) tembus, barulah Anda bisa mengatakan bahwa pola double top sudah terbentuk, dengan kata lain: “terkonfirmasi”. Perhatikan pula bahwa konfirmasi double top ini sebenarnya adalah tembusnya garis ”base”.

Jika pola tersebut sudah ter-“konfirmasi”, maka pergerakan harga selanjutnya adalah potensial bearish. Gambar panah menunjukkan potensi jauhnya potensi bearish yang mungkin terjadi. Jarak yang mungkin akan ditempuh pergerakan harga adalah sejauh level puncak ke base. Jadi jika misalnya jarak antara level puncak ke base adalah 100 pips, maka harga akan berpotensi turun 100 pips juga setelah base ditembus.

Namun ada kalanya pullback akan terjadi kembali ke area base sebelum target pergerakan bearish tecapai. Biasanya, pullback berpotensi akan terjadi ketika harga sudah “setengah jalan” menuju target. Jika seandainya target pergerakan adalah 100 pips, maka biasanya pullback akan berpotensi terjadi ketika harga sudah turun sekitar 50 – 60 pips setelah base tembus. Namun jika pullback yang terjadi “kebablasan” hingga tembus lagi ke atas base, maka pola ini dikatakan sudah tidak valid lagi atau fail (gagal).

Belajar Trading Forex

Double bottom secara sederhana adalah kebalikan dari double top. Pola ini biasa muncul di ujung downtrend dan memiliki indikasi bullish. Ketika base tembus dan pola ini terkonfirmasi, maka harga berpotensi bullish, Cara memperkirakan target pergerakan bullish-nya sama persis dengan double top, hanya saja arahnya ke atas. Double bottom dikatakan fail jika pullback yang terjadi berlanjut hingga tembus kembali ke bawah base.

b.  Triple Top Dan Triple Bottom

Kedua pola ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan double top dan double bottom. Hanya saja, triple top memiliki tiga puncak dan triple bottom  memiliki tiga lembah. Cara mengenali konfirmasinya pun sama, yaitu tembusnya garis base. Demikian juga dengan cara memperkirakan target pergerakan setelah pola tersebut terkonfirmasi.

Di bawah ini adalah ilustrasi dari triple top dan triple bottom.

Belajar Trading Forex

Belajar Trading Forex

Dari kedua gambar di atas terlihat bahwa ada kemungkinan pullback akan terjadi ke base dari titik (7), namun perlu diingat bahwa pullback semacam ini (meskipun cukup sering) tidak selalu terjadi. Selalu, jika base tembus lagi pada saat pullback.

Catatan: ketiga titik lembah atau puncak tidak harus berada pada level yang sama persis, namun perbedaannya juga tidak boleh terlalu signifikan. Dengan kata lain, jika dilihat sekilas, ketiga titik lembah tersebut terlihat selevel. Demikian juga pada pola double top dan double bottom, level puncak dan lembahnya tidak harus sama persis.

c.  Head and Shoulders & Inverse Head and Shoulders

Pola ini juga merupakan pola reversal yang cukup populer karena akurasinya yang cukup tinggi. Dinamakan head and shoulders karena memang bentuk polanya seolah-olah membentuk kepala dan bahu. Terkadang pola ini sering di-“salahpersepsikan” sebagai triple top atau triple bottom, namun ada faktor kunci yang membedakan pola ini dengan triple top atau triple bottom.

Mari kita perhatikan pola dasar head and shoulders di bawah ini:

Belajar Trading Forex

Kalau Anda perhatikan dengan seksama, terlihat bahwa titik (3) pola ini lebih tinggi daripada titik (1) dan (5). Pada pola triple top, ketiga titik ini cenderung selevel. Titik puncak yang lebih tinggi itulah yang menjadi head-nya, sementara titik (1) dan (5) adalah titik shoulders-nya.

Pola head and shoulders ini menjadi pola reversal bearish jika muncul di ujung sebuah uptrend. Konfirmasinua adalah ketika garis neckline sudah tembus (titik ke-6). Jika pola ini sudah terkonfirmasi, maka harga cenderung akan bergerak turun sejauh jarak dari puncak head ke neckline. Pada gambar di atas, direpresentasikan dengan panah merah.

Pullback juga sering (ingat: tidak selalu) terjadi kembali ke area neckline sebelum harga kembali bergerak turun untuk mencapai target pergerakan harga. Pola ini dikatakan fail jika pullback terjadi hingga tembus ke atas neckline.

Kebalikan dari pola head and shoulders adalah pola inverse head and shoulders. Pola ini merupakan pola reversal bullish yang biasanya muncul di ujung sebuah downtrend. Konfirmasinya sama persis dengan head and shoulders. Jika pola ini sudah terkonfirmasi, maka harga cenderung akan bergerak naik sejauh jarak dari puncak head ke neckline.

Gambar di bawah ini akan membantu untuk menjelaskan pola inverse head and shoulders:

Belajar Trading Forex

Continuation Pattern

a.  Triangle

Sekarang, kita akan membahas contoh-contoh continuation pattern. Kita mulai dari triangle.

Dari namanya, Anda mungkin sudah bisa mengira-ngira bentuk pola ini. Ya, pola ini memang memiliki bentuk yang mirip dengan segitiga. Pola ini terjadi karena pasar bergerak sideways dan pertarungan antara bull dan bear seimbang, sehingga akhirnya grafik pergerakan harga mengerucut dan membentuk mirip segitiga.

Ada tiga jenis triangle:

  • Symmetrical triangle
  • Ascending triangle
  • Descending triangle

Kita akan bahas satu per satu mulai dari Symmetrical triangle.

Meskipun artinya adalah segitiga simetris, namun pada kenyataannya bentuknya tidaklah selalu simetris. Symmetrical triangle adalah pola triangle yang memiliki garis support (lower line) dan resistance (upper line) yang konvergen (kemiringannya berlawanan menuju satu titik). Agar lebih mudah dipahami, mari kita lihat gambar di bawah ini:

Belajar Trading Forex

Dari gambar di atas Anda bisa melihat bahwa pola ini terbentuk ketika pasar sedang bergerak sideways setelah mengalami “rally” bullish. Istilahnya adalah “berkonsolidasi”.  Contoh di atas memperlihatkan sebuah symmetrical triangle yang terbentuk pada saat uptrend.

Sebuah symmetrical triangle paling tidak harus memiliki empat reversal point (titik pembalikan) yang terdiri dari dua titik puncak dan dua titik lembah. Gambar di atas memperlihatkan sebuah symmetrical triangle yang memiliki enam reversal point, yaitu titik 1, 2, 3, 4, 5 dan 6. Konfirmasi dari pola ini adalah tembusnya upper line (garis bagian atas). Ketika pola ini sudah terkonfirmasi maka pergerakan selanjutnya adalah naik. Cara memperkirakan targetnya adalah dengan berpatokan pada baseline dari symmetrical triangle tersebut, yaitu jarak dari A ke titik 1. Jadi, kalau misalnya baseline-nya sepanjang 100 pips, maka pergerakan selanjutnya pun diperkirakan akan sejauh 100 pips.

Cara lain yang bisa dipergunakan untuk memperkirakan target pergerakan adalah dengan menarik garis yang sejajar dengan lower line, di mana garis tersebut dimulai dari titik 1.

Sebagaimana pola yang lain, pullback kemungkinan bisa saja akan terjadi. Pada gambar di atas terlihat pullback terjadi dari titik 7 kembali ke titik 8 yang berada di area upper line.

Jika Anda perhatikan lagi, garis upper line dan lower line bertemu di satu titik. Titik tersebut kita sebut sebagai apex. Anda perlu memperhatikan apex tersebut karena tembusnya upper line yang merupakan konfirmasi dari pola symmetrical triangle tidak boleh terlalu dekat dengan apex.

Sebagai aturan umum, harga harus sudah menembus upper line pada jarak kira-kira 2/3 (dua-per-tiga) hingga ¾ (tiga-per-empat) dari panjang polanya. “Panjang pola” yang dimaksud adalah jarak dari baseline ke apex. Jadi, kalau penembusan terjadi kurang dari 2/3 atau lebih dari ¾ panjang pola, kemungkinan besar tidak valid.

Selain terjadi pada saat uptrend, symmetrical triangle juga bisa terjadi pada saat downtrend. Sebenarnya sama saja, hanya saja posisinya berada di bawah. Kalau pada contoh di atas Anda menantikan tembusnya upper line sebagai konfirmasi dan harga cenderung akan bergerak naik, maka jika polanya terjadi pada saat downtrend Anda akan menantikan tembusnya lower line dan harga cenderung akan bergerak turun. Hanya itu perbedaannya.

Belajar Trading Forex

Ascending triangle

Pada dasarnya, ascending triangle tidak jauh berbeda dengan symmetrical triangle dari sisi menganalisanya. Perbedaan kedua pola tersebut hanya pada bentuknya.

Ascending triangle merupakan continuation pattern yang biasanya muncul pada saat uptrend. Kemunculan pola ini merupakan pertanda bahwa tekanan bullish semakin melebihi tekanan bearish secara bertahap.

Belajar Trading Forex

Seperti halnya symmetrical triangle, pola ascending triangle juga minimal harus memiliki empat reversal point. Gambar di atas menunjukkan ascending triangle yang memiliki enam reversal point. Konfirmasi dari pola tersebut adalah tembusnya upper line yang kemudian berpotensi untuk diikuti oleh pergerakan bullish. Cara memperkirakan target pergerakan harga juga mirip dengan symmetrical triangle, hanya saja baseline-nya bukan berpatokan pada titik 1, melainkan berpatokan pada titik 2.

Meskipun pada dasarnya ascending triangle adalah continuation pattern, namun ia juga bisa menjadi reversal pattern jika terjadi pada saat downtrend. Pada keadaan seperti itu, tembusnya upper line merupakan konfirmasi bahwa ascending triangle merupakan pola reversal. Perhatikan gambar berikut untuk mempermudah pemahaman Anda:

Belajar Trading Forex

Pola seperti ini populer dengan nama ascending triangle bottom.

Descending triangle

Kita sudah membicarakan symmetrical triangle dan ascending triangle. Sepertinya Anda sudah tidak akan kesulitan lagi untuk memahami jenis triangle yang ke-3, yaitu descending triangle.

Sederhana saja, descending triangle adalah kebalikan dari ascending triangle. Sederhana kan? Dengan demikian, kalau ascending triangle adalah pola bullish, maka descending triangle adalah pola bearish. Descending triangle merupakan continuation pattern yang muncul pada saat downtrend.

Belajar Trading Forex

Bagaimana, sederhana kan?

Descending triangle juga bisa berubah menjadi pola reversal jika muncul pada saat uptrend. Namanya mengalami modifikasi menjadi descending triangle top. Jadi ceritanya akan seperti pada gambar di bawah ini:

Belajar Trading Forex

b.  Flag dan Pennant

Kita akan membicarakan flag terlebih dahulu. Flag sebenarnya adalah channel kecil yang muncul setelah rally. Arah channelnya berlawanan dengan arah rally-nya. Jadi, jika ada down channel kecil yang muncul setelah rally bullish, itu disebut sebagai bullish flag. Sebaliknya, up channel kecil yang muncul setelah rally bearish disebut dengan bearish flag.

Mari kita perhatikan gambar berikut:

Belajar Trading Forex

Ya, begitulah bentuk dasar flag. Sekarang Anda sudah tahu mengapa pola ini disebut sebagai flag: karena bentuknya mirip dengan bendera (flag) dan tiangnya (flagpole). Flag direpresentasikan oleh channel kecil sedangkan flagpole-nya adalah titik a ke b yang terlihat pada gambar di atas.

Pada bearish flag, tembusnya lower line dari up channel adalah konfirmasinya. Harga cenderung akan bergerak turun jika bearish flag sudah terkonfirmasi.

Sebaliknya, pada bullish flag, konfirmasinya adalah tembusnya upper line dari down channel. Proyeksi pergerakan harga selanjutnya adalah bullish jika bullish flag telah terkonfirmasi.

Cara menentukan target pergerakan harga juga sederhana. Anda cukup mengukur panjang flagpole-nya saja. Sepanjang flagpole itulah jarak yang termungkinkan untuk ditempuh oleh pergerakan harga. Misalnya, jika panjang flagpole-nya adalah 100 pips, maka harga cenderung akan bergerak sejauh 100 pips setelah pola flag-nya terkonfirmasi.

Tetapi pada prakteknya, kebanyakan trader berhenti (menutup posisinya) setelah harga bergerak “setengah jalan” sebelum mencapai target. Misalnya jika target adalah sejauh 100 pips, maka mereka cenderung untuk berhenti di 50 – 60 pips.

Syarat umum dari flag adalah sebagai berikut:

  1. Terjadi rally sebelum channel kecil terbentuk.
  2. Channel yang terjadi arahnya harus berlawanan dengan arah rally sebelumnya.
  3. Panjang channel (flag) paling tidak sepertiga panjang flagpole.

OK, kita akan membahas pennant sekarang. Pennant pada dasarnya adalah pengembangan dari pola symmetrical triangle. Hanya saja, pennant didahului oleh rally yang panjang dan cukup curam. Bisa dikatakan bahwa pennant merupakan hasil kawin silang antara symmetrical triangle dengan flag.

Oleh karena pennant mirip dengan symmetrical triangle dan flag, maka dengan sendirinya aturan-aturan yang berlaku pada symmetrical triangle dan flag juga berlaku pada pennant.

Di bawah ini adalah ilustrasi yang menggambarkan bentuk pennant.

Belajar Trading Forex

c.  Wedge Formation dan Rectangle Formation

Wedge formation

Wedge hampir mirip dengan pennant. Hanya saja, kemiringan kedua garis segitiga-nya searah, dalam arti keduanya mengarah ke atas atau ke bawah. Derajat kemiringannya memang berbeda, namun searah. Gambar di bawah ini akan memperjelas definisi wedge.

Belajar Trading Forex

Kita bisa mengenali wedge dengan memperhatikan kemiringannya yang mengarah ke atas atau ke bawah. Sebagai aturan umum; hampir mirip dengan flag; kemiringan wedge sebagai continuation pattern arahnya berlawanan dengan tren yang sedang berlangsung. Dengan demikian, falling wedge adalah pola bullish sedangkan rising wedge adalah pola bearish.

Catatan:

Meskipun pada dasarnya wedge adalah pola continuation, namun wedge bisa juga berfungsi sebagai pola reversal, akan tetapi kejadian ini jarang terjadi. Falling wedge bisa menjadi pola reversal bullish jika terjadi di ujung sebuah dowtrend. Sebaliknya, jika rising wedge muncul pada saat uptrend, maka ia bisa jadi akan menjadi pola reversal bearish.

Rectangle formation

Rectangle formation memiliki banyak nama, namun pola ini sangat mudah dikenali. Pola ini merepresentasikan jeda yang terjadi di mana harga bergerak sideways di antara dua garis horizontal yang sejajar.

Belajar Trading Forex

Rectangle terkadang disebut sebagai trading range atau area kongesti. Apa pun namanya, pola ini merepresentasikan periode konsolidasi pada sebuah tren, dan biasanya dilanjutkan dengan pergerakan yang searag dengan tren sebelumnya.

Sebuah rectangle minimal harus memiliki empat reversal point. Pada contoh gambar di atas, Anda bisa melihat contoh rectangle yang memiliki enam reversal point. Konfirmasi bullish rectangle adalah pecahnya garis resistance atau upper line,  sedangkah konfirmasi bearish rectangle adalah tembusnya garis support atau lower line.

d.  Continuation Head and Shoulders Pattern

Sebelumnya, kita telah membahas mengenai pola head and shoulders sebagai pola reversal. Pada pola continuation head and shoulders, pola yang terbentuk benar-benar sama persis dengan pola head and shoulders. Yang membedakan adalah poin-poin berikut ini:

  1. Pola head and shoulders muncul pada saat downtrend. Tembusnya neckline merupakan konfirmasi pola continuation head and shoulders.
  2. Pola inverse head and shoulders muncul pada saat uptrend. Tembusnya neckline merupakan konfirmasi pola continuation inverse head and shoulders.

Belajar Trading Forex

Jadi tidak perlu bingung. Yang perlu Anda ingat hanyalah bahwa pola inverse head and shoulders memiliki implikasi bullish, sedangkan pola head and shoulders memiliki implikasi bearish, terlepas dari pada saat tren apa pola tersebut muncul. Mudah kan?

e.  Konsep Supply dan Demand

Supply berarti ketersediaan atau penawaran sedangkan demand berarti permintaan.

Dengan bahasa sederhana Supply & demand artinya adalah penawaran dan permintaan, di mana yang menawarkan adalah penjual, sedangkan yang melakukan permintaan adalah pembeli.

Harga selalu terbentuk berdasarkan hukum penawaran dan permintaan ini. Jika penawaran (supply) akan suatu barang tinggi, namun permintaan (demand) atas barang itu rendah, maka harga akan jatuh. Jika permintaan sedang menjulang tinggi tapi penawarannya terbatas, harga otomatis melonjak naik.

Singkatnya, kalau banyak yang jual tetapi sedikit yang mau beli, artinya barang itu tidak laku. Akibatnya harga barang itu akan turun. Sebaliknya kalau banyak yang mau membeli tapi persediaannya terbatas, barang itu akan laku keras, otomatis harganya akan meroket naik.

 

0 19765
belajar forex

Part 1 : 6 Tips Belajar Berpikir Seperti Seorang Trader Forex Profesional

Artikel belajar forex kali ini cukup panjang, sehingga saya berinisiatif untuk membaginya menjadi beberapa bagian, ikuti artikel ini supaya Anda sukses menjadi trader profesional.

Ada perbedaan yang mencolok cara berpikir dan bertindak antara seorang trader professional dengan trader yang tidak berpengalaman.

APAKAH ITU?

Perbedaan yang utama adalah bagaimana informasi pasar didapat dan dievaluasi. Bagaimana tepatnya kita mengevaluasi informasi pasar, tergantung pada pola pikir kita, yaitu sikap mental dan keyakinan kita dibidang trading forex.

Apa pola pikir dan keyakinan yang bisa membuat kita mandiri dan berpikir seperti trader professional?

1. Trading Forex tidak rumit! Tapi mudah?

Membuat Trading Forex tidak lebih rumit daripada yang sebenarnya.

Langkah pertama adalah menghapus semua hal-hal yang tidak penting pada grafik.

Saya heran dengan trader yang kurang berpengalaman, mereka menggunakan  indikator Forex yang berlebihan atau robot trading, tetapi ini bisa menghilangkan pengetahuan mereka tentang dasar-dasar Trading Forex.

Hal tersebut tidak akan membantu Anda menjadi trader yang profitable. Pertama, terlalu banyak menggunakan indikator pada grafik akan membuat Anda kesulitan melihat peluang pasar.

Untuk sukses dalam trading forex, tidaklah mudah dan perlu kedisiplinan. Tapi kita tidak perlu membuatnya menjadi lebih sulit dari yang seharusnya dengan penggunaan alat trading yang tidak efisien dan rumit seperti terlalu banyaknya indikator atau penggunaan Robot Trading Forex.

Alat terbaik untuk sukses di pasar Forex, adalah grafik sederhana dengan candlestick atau bar dan kepala kita sendiri yang berisi pola pikir yang benar tentang pasar dan pelaku pasar.

2. Apa pola pikir yang tepat di Forex Trading?

2.1. Berita dan data ekonomi penting bagi keberhasilan

Tidak hanya karena kita membutuhkan, berita juga dapat mempengaruhi pasar mata uang.

Memang benar bahwa faktor eksternal ini mempengaruhi pergerakan harga mata uang, hal ini bisa memudahkan kita melihat situasi pasar, yaitu untuk menentukan arah pergerakan pasar saat ini.

Kebanyakan trader professional melakukan transaksi menggunakan strategi trading yang sederhana tanpa mengabaikan berita ekonomi yang bisa mempengaruhi harga.

Jadi jika Anda ingin berpikir seperti seorang trader professional, cobalah mencari informasi terutama cara mereka menganalisa grafik.

Informasi yang perlu kita ketahui selain grafik yaitu Kapan pelaku pasar fokus di pasar? Baik juga untuk diketahui kapan data ekonomi penting di release, atau mungkin ada penundaan.

Namun perlu diketahui bahwa angka yang muncul ini relatif, tidak selalu persis dengan harapan pasar, sehingga tidak selalu memberi peran yang signifikan.

2.2. Gunakan semua jendela waktu untuk trading forex Anda

Berdasarkan pengalaman, trader profesional mengetahui adanya berbagai tipe trader di pasar jendela waktu yang berbeda.

Siapa yang berpikir seperti seorang profesional, harus sadar dan selalu fokus mengamati perilaku trader lain melalui grafik, kemudian menarik kesimpulan sebagai dasar melakukan transaksi sendiri di pasar.

Jika Anda ingin menjadi day trader Forex, membuka dan menutup perdagangan Anda pada hari yang sama, time frame yang lebih tinggi seperti grafik mingguan atau harian memainkan peran penting.

Jangan membuat kesalahan yang sama seperti banyak trader lain dan tidak terbatas dalam pasangan mata uang pada jendela waktu tunggal.

Sebagai bahan pertimbangan semua jendela waktu penting dari pasangan mata uang, kita memperoleh informasi berharga tentang bagaimana trader lainnya mengambil posisi di pasar, di mana mereka mungkin menempatkan stop loss dan di mana mereka mungkin mengambil profit.

Tanyakan pada diri sendiri, di level harga berapa yang Anda gunakan pada time frame yang berbeda dan berfungsi sebagai support atau resistance.

Ikuti tips berikutnya pada artikel belajar forex dengan tema “6 Tips Belajar Berpikir Seperti Seorang Trader Forex Profesional” Part 2.

0 12831

Cara Belajar Trading Forex Untuk Pemula : Saat pasar berada dalam keadaan “flat” atau “ranging”, ada sebagian trader yang berupaya untuk “membeli di harga rendah dan menjual di harga tinggi.” Meskipun hal ini mungkin tampak sederhana, namun pada prakteknya ada trik yang harus Anda pahami.

Alat Bantu Trading Range

Trader yang menggunakan strategi ranging sangat memanfaatkan pola harga di grafik dan indikator teknikal sebagai alat bantu, untuk membantu mereka mengoptimalkan peluang beli atau jual.

Biasanya, trader akan mengidentifikasi berbagai tingkat support dan resistance, untuk dijadikan acuan level harga buy atau sell. Hal ini membuat trading saat pasar sedang ranging terjadi di antara dua garis horizontal paralel yaitu support dan resistance. Di area tersebutlah para trader mencari keuntungan dari kondisi harga yang bergerak ranging.

Pergerakan Harga yang Ranging

Seringkali harga bergerak di antara dua garis sejajar (area support dan area resistance) selama berhari-hari dan kadang-kadang dalam waktu seminggu sebelum terjadi breakout.

Untuk mencoba mengambil keuntungan pada situasi tersebut, banyak trader yang membuka posisi sell di level resistance, atau mengambil posisi buy di area support.

Belajar Trading Forex

Selain itu, level stop-loss dapat berada di atas atau di bawah level support atau resistance untuk membatasi risiko yang mungkin terjadi dan memastikan bahwa kerugian dapat diminimalisir jika harga melakukan pergerakan breakout.

Harga Ranging dan Breakout

Momentum yang paling sering terjadi adalah ketika harga bergerak breakout dengan kekuatan besar dan berhasil menembus level resistance atau support. Setelah itu harga cenderung akan bergerak ke target pergerakan selanjutnya dengan setup  yang sama dengan jarak vertikal antara garis yang diproyeksikan dari level harga sebelum terjadi breakout.

Jika breakout terjadi pada sisi atas (resistance), Anda perlu menambahkan langkah dengan mengukur tingkat breakou tuntuk mendapatkan target level profit.

Beberapa trader akan memanfaatkan peluang tersebut dengan:

  1. Membeli di area “dip” ketika harga mencoba untuk bergerak ke atas atau sebaliknya.
  2. Menempatkan posisi stop loss ketika harga bergerak ranging.
  3. Menempatkan level take profit.

Belajar Trading Forex

Contohnya: Jika harga bergerak breakout maka terbuka pilihan untuk open posisi BUY. Trader kemungkinan akan mengukur level breakout untuk menentukan posisi stop loss dan level take profit.

Namun, perlu di ingat bahwa dibutuhkan keahlian tertentu untuk dapat menganalisa pergerakan harga secara teknikal. Maka dari itu latihan yang teratur dan konsisten harus Anda lakuan. Untuk mencoba mempraktekkan sistem ini, tak ada salahnya membuka demo account terlebih dahulu. Selain itu, disiplinlah agar sistem trading ranging ini dapat bekerja dengan baik dari waktu ke waktu.