Tutorial Forex Cara menemukan Gaya Trading Anda

0
3718
Forex Trading Indonesia, Trading Forex Online, Belajar Trading Forex, Belajar Forex

Tutorial Forex Cara menemukan Gaya Trading Anda

Apakah Anda ingin memancing atau Anda lebih suka ski downhill ? Bagaimana cara Anda menjawab pertanyaan yang mungkin juga akan membawa dampak untuk keberhasilan trading Anda melalui system trading yang Anda gunakan. Pasar forex menawarkan banyak kesempatan yang bisa diambil untuk memperoleh keuntungan dalam trading forex. Tetapi untuk sukses, Anda harus mengetahui terlebih dahulu kelebihan dan kelemahan Anda. Kebanyakan tutorial forex hanya mengajarkan “cara tepat untuk trading”. Dan ini tidak sepenuhnya benar. Sebagai orang dewasa, Anda akan sulit mengubah gaya trading Anda, sedangkan pasar berubah sepanjang waktu. Oleh karena itu, jauh lebih mudah menemukan teknik trading yang sesuai dengan kepribadian Anda daripada mencoba menyesuaikan diri dengan cara trading orang lain yang mungkin “trader ahli”. Artikel tutorial forex kali ini akan membahas cara menemukan gaya trading Anda.

Strategi Trading

Jadi, mengapa memancing dan ski downhill begitu penting? Percaya atau tidak, ini adalah pertanyaan mengenai tren dan melawan tren dalam trading. Pemancing adalah tren, pemain ski diibaratkan pelawan tren. Trader tren, mereka seperti pemancing yang melempar umpan berkali-kali sebelum akhirnya mendapatkan ikan. Disisi lain, pemain ski menuruni bukit, mencari sensasi kecepatan sebelum dia mencapai akhir tujuannya. Jika diperhatikan ini mirip mencari keuntungan secepatnya karena pergerakan harga mata uang yang cepat. Apakah memancing selalu mengarah pada tren dan ski melawan tren? Tentu saja tidak. Namun, aktivitas yang Anda pilih pasti mencerminkan gaya trading Anda.

Time Frame

Pertanyaan kedua yang juga penting adalah apakah Anda lebih nyaman menggunakan time frame jangka pendek atau jangka panjang? Umumnya, trader yang bertransaksi berdasarkan tren akan memilih frame waktu yang lebih lama karena tren pada perdagangan forex berkembang berdasarkan bulan bukan hari. Sedangkan yang suka memanfaatkan sentiment pasar yang cepat berganti akan beroperasi pada frame waktu yang lebih singkat.

Biasanya, frame waktu singkat yang efektif digunakan adalah grafik per jam dengan rata-rata target profit/resiko minimal 30 point, karena sifat pasar yang menyebar menyebabkan time frame lebih kecil kurang efektif. Misalnya, pair EUR/USD, yang merupakan instrumen paling likuid didunia dan biasanya lebar spread bid dan asknya 3 point. Seorang trader dengan target profit 10 point harusnya mendapatkan 13 point profit (10 point + 3 point spread) tetapi terkadang dia hanya mendapatkan 7 point saja (10 point – 3 point spread). Inilah yang menyebabkan banyak trader berpikiran negatif karena sulitnya mencari keuntungan pada bingkai waktu singkat.

Jenis Analisis

Setelah Anda menentukan bingkai waktu yang terbaik, pertanyaan berikutnya adalah: apa jenis analisa yang akan Anda gunakan untuk trading forex? Saat ini banyak sekali perdebatan antara kaum fundamentalis dan teknikalis.

Para fundamentalis mengejek upaya tenikalis untuk meramalkan pergerakan harga di masa depan dengan melihat pergerakan harga saat ini pada grafik. Pendukung analisis fundamental menganggap analisis teknikal seperti ritual kuno meramalkan masa depan dari isi perut hewan yang mati. Berita, laporan ekonomi dan komentar dari pejabat moneter adalah alat utama fundamentalis. Teknikalis mengabaikan data sebagai sesuatu yang menyedihkan dan kontradiktif, mereka percaya respon pasar dalam menyikapi berita akan tercermin dari pergerakan harga sebelumnya dan akan menjadi petunjuk untuk pergerakan harga di masa depan.

Yang mana akan menjadi pemenang? Tidak satupun. Trading dari segi teknikal atau fundamental saja seperti isapan jempol, seperti bertinju dalam perebutan gelar juara dunia dengan satu tangan terikat ke punggung. Fundamentalis bisa bicara, akibat permintaan global akan minyak akan mendorong harga minyak mentah menjadi $ 100 / bbl dan mereka membeli dollar Kanada sebagai greenback, tetapi jika dilihat pada grafik jangka pendek USD/CAD terlihat oversold, maka kemungkinan besar mereka akan kehilangan uangnya – bahkan ketika beberapa saat kemudian ternyata analisa mereka benar. Sebaliknya, seorang teknikalis menggunakan angka Fibonacci untuk menentukan patokan harga tiba-tiba ada berita ekonomi yang membuat gejolak pasar, tingkat resistensi yang telah dibuat akan hancur porak poranda karena para trader berusaha menutup posisi mereka.

Fundamental untuk Longterm, Teknikal untuk Shortterm

Perlu Anda ingat, bahwa faktor fundamental cenderung mempunyai dampak kuat pada perdagangan jangka panjang, sedangkan segi teknikal akan berdampak kuat untuk trading jangka pendek. Untuk jangka panjang biasanya akan merespon berita ekonomi seperti pertumbuhan PDB, suku bunga dan faktor ekonomi lainnya.

tutorial forex, belajar trading forex, cara belajar forex

Misalnya, kita lihat pergerakan GBP/USD pada tahun 2005 pada gambar diatas. Pada waktu itu Federal Reserve Bank of New York sedang menaikkan tingkat suku bunga sebesar 200 basis poin dari 2,25% menjadi 4,25%, sedangkan Bank of England, yang sedang pada saat itu Inggris sedang mengalami perlambatan ekonomi dan sentiment konsumen yang tertekan, memilih menurunkan suku bunga dari 4,75% menjadi 4,5%. Perbedaan kepentingan antara dua mata uang ini dikonfersi sampai hampir 0% (pada awal 2006, telah mencapai 0%). Trader yang bertransaksi jangka panjang maupun jangka pendek sama-sama diuntungkan karena GBP/USD menurun.

Pola ini mirip dengan pergerakan USD/JPY akan tetapi terbalik. USD yang bergerak sedangkan Yen Jepang tetap 0%, hal ini menyebabkan para trader mengambil posisi dengan harapan keuntungan 20% dalam hitungan bulan. Pada tahun 2006 para analis meramalkan siklus pengetatan AS akan segera berakhir sedangkan Jepang baru akan mulai, para trader segera meresponnya sehingga mereka mendapatkan keuntungan yang cukup besar dan analisa yang mereka buat terbukti benar.

tutorial forex, belajar trading forex, cara belajar forex

Dari peristiwa diatas dapat kita lihat bahwa faktor fundamental berefek dalam jangka waktu panjang, sedangkan analisa teknikal bereaksi dalam kurun waktu yang lebih singkat. Mungkin salah satu sebab mengapa hal ini terjadi adalah bahwa pada frame waktu yang lebih kecil informasi berita tidak menjadi pertimbangan yang berarti, oleh karena itu harga cenderung bergerak ke area support dan resistance. Misalnya seperti terlihat pada gambar chart hourly EUR/USD  dibawah ini, perhatikan area swing high dan swing lownya, trader bisa memasang posisi Sell saat harga berada diarea resistance dan Buy pada area support untuk mendapatkan keuntungan.

tutorial forex, belajar trading forex, cara belajar forex

 

Catatan Artikel Tutorial Forex ini:

Apakah Anda seorang trader fundamentalis jangka panjang atau teknikalis jangka pendek, pasar forex dapat semua menampung gaya Anda. Meskipun pertentangan antara keduanya tidak pernah terselesaikan, namun kebenaran yang tak terbantahkan adalah bahawa Anda harus menggunakan gaya yang paling sesuai dengan kepribadian Anda. Jika tidak, Anda tidak mungkin berhasil. Oleh karena itu, pertanyaan pertama bagi trader forex pemula bukanlah “Apakah harga akan naik atau turun?” melainkan “Trader apakah aku ini”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here